BANGKALAN, TRETAN.news – Penyidik Unit Siber Satreskrim Polres Bangkalan memeriksa Ketua DPC LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Bangkalan, Tomi, Senin (13/7/2026).
Tomi hadir memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan sebagai pelapor.
Pemeriksaan ini menindaklanjuti kasus dugaan pelanggaran UU ITE dan ujaran kebencian.
Kasus tersebut menyeret nama Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan sebagai pihak terlapor.
Dugaan Penghinaan Profesi
Laporan ini bermula dari pernyataan Ketua PGRI Bangkalan di sebuah forum resmi.
Terlapor diduga menyebut media dan LSM sebagai penyakit kepala sekolah serta guru.
Usai pemeriksaan, Tomi mengaku menerima belasan pertanyaan dari tim penyidik kepolisian.
”Saya dimintai keterangan sekitar 15 pertanyaan,” kata Tomi kepada awak media.
Pertanyaan penyidik berfokus pada kronologi kejadian dan asal-usul potongan video bukti.
”Semua saya jelaskan sesuai fakta yang saya ketahui,” tambah Tomi.
Diwarnai Perdebatan Hukum
Tomi mengungkapkan bahwa suasana proses pemeriksaan sempat berlangsung cukup tegang.
Hal itu terjadi karena munculnya perbedaan pandangan hukum antara dirinya dengan penyidik.
Penyidik menilai pernyataan terlapor belum masuk kategori unsur ujaran kebencian.
”Sempat terjadi perdebatan dalam pemeriksaan,” jelas Ketua DPC LSM FAAM tersebut.
Tomi menegaskan tetap ingin laporannya diuji secara hukum melalui penyelidikan objektif.
Meski sempat berdebat, Tomi menyatakan sangat menghargai komitmen profesionalitas pihak kepolisian.
Soroti Prosedur Pemanggilan
Tomi bersikap kooperatif demi mendukung penegakan hukum yang transparan dan berimbang.
Namun, dirinya menyayangkan mekanisme pemanggilan yang dilakukan oleh penyidik Unit Siber.
Sebab, polisi memanggil dirinya hanya lewat sambungan telepon tanpa surat resmi.
”Saya menyayangkan karena pemanggilan hanya melalui telepon, tidak menggunakan surat,” kritiknya.
Ia mendesak polisi segera memanggil Ketua PGRI selaku terlapor dalam waktu dekat.
”Semua pihak harus diberikan kesempatan menyampaikan keterangannya agar perkara ini terang benderang,” pungkas Tomi.







