HP Dicas Semalaman Diduga Picu Kebakaran Rumah di Gempol Pasuruan

Berita, Peristiwa155 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Sebuah insiden kebakaran rumah di Gempol Pasuruan melanda bangunan milik Hamzah (46), warga Dusun Ngerong, Desa Ngerong, pada Rabu (8/7/2026) pagi.

​Kebakaran hebat tersebut diduga kuat berawal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada telepon genggam yang terhubung pengisi daya semalaman.

Kerugian dan Proses Pemadaman

​Kobaran api cepat membesar hingga menghanguskan struktur bangunan, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.

​Data Forum Pengurangan Risiko Bencana mencatat total kerugian material akibat bencana ini mencapai sepuluh juta rupiah dengan satu jiwa terdampak langsung.

​Dua unit armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama satu tangki air isi ulang langsung meluncur ke lokasi kejadian.

​Petugas gabungan akhirnya berhasil menjinakkan serta memadamkan kobaran api secara total setelah berjibaku keras selama kurang lebih dua jam lamanya.

Penyaluran Bantuan Kedaruratan

​Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kecamatan Gempol, Farhan, menjelaskan bahwa api berasal dari pengisian daya ponsel yang ditinggal tidur pemiliknya.

​”Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari handphone yang dicas semalaman hingga memicu api,” ujarnya saat mengonfirmasi kronologi kejadian.

​Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan juga bergerak cepat mengirimkan logistik untuk membantu meringankan beban hidup korban terdampak.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa instansinya telah mendistribusikan sejumlah paket bantuan logistik ke lokasi bencana.

​”Kami sudah mengirim bantuan kedaruratan berupa terpal, matras, makanan siap saji, serta pakaian untuk korban,” jelas Sugeng kepada awak media.

Imbauan Musim Kemarau

​Sugeng juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dini mengingat musim kemarau kini mulai melanda wilayah Kabupaten Pasuruan.

​Masyarakat harus rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan peralatan elektronik yang sedang terisi daya tanpa ada pengawasan sama sekali.

​”Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran meningkat. Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah,” kata Sugeng mengingatkan.

​Penanganan darurat ini melibatkan sinergi dari Polsek Gempol, TNI, perangkat desa, Trantib kecamatan, hingga para relawan kebencanaan setempat secara terpadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *