MANGGARAI TIMUR, TRETAN.news – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) resmi memperpanjang misi kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Keputusan ini merespons perpanjangan masa tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur hingga 12 September 2026.
Direktur RSKKA, Dr. Agus Harianto, SpB, menyatakan pihaknya akan mengirimkan tenaga psikiater, psikolog, dan dokter spesialis tambahan.
“Kami merasa belum banyak be⅝rbuat dalam aspek trauma healing,” ujar Agus terkait alasan perpanjangan misi tersebut.
Kolaborasi Atasi Kendala
Sebelumnya, RSKKA tiba di Dampek pada 21 Agustus 2026 setelah berhasil mengatasi berbagai kendala keterbatasan dana operasional.
Keterbatasan tersebut mendorong RSKKA berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan lain mendirikan Rumah Sakit Lapangan Kolaborasi (RSLK) Dampek.
Kehadiran kapal medis ini menjadi solusi jitu bagi warga korban gempa yang menolak rujukan ke RSUD Borong.
Dokter Puskesmas Dampek, Dr. Melinda, menyebut banyak korban luka sebelumnya enggan dirujuk karena kendala jarak tempuh.
“Banyak orang mati konyol di sini, karena seharusnya dirujuk tetapi mereka tidak mau dirujuk,” ungkap Melinda.
Operasi Medis di Atas Kapal
Salah satu pasien, Hasri (38), mengaku bersyukur bisa menjalani operasi patah tulang paha di kapal RSKKA.
“Saya tidak menyangka, ternyata saya bisa dioperasi di kapal phinisi yang berlabuh di pantai di desa kami,” katanya.
Kepala Puskesmas Dampek, Herlina, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan operasi RSKKA sangat tinggi.
Menurut Herlina, masyarakat Dampek sangat mengharapkan RSKKA memperpanjang masa pelayanannya di kawasan tersebut.
Meski memiliki keterbatasan dana, Agus meyakinkan bahwa bantuan akan terus mengalir untuk mendukung misi kemanusiaan ini.
“Pendeknya kami ingin korban bencana gempa dan tenaga kesehatan di Dampek tidak merasa sendirian,” pungkas Agus.







