PASURUAN, TRETAN.news — Warga RT 02 RW 12, Dusun Kejapanan, Kabupaten Pasuruan, menyelenggarakan karnaval budaya pada Minggu (30/8/2026) pagi.
Karnaval bertema perjuangan ini bertujuan memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga dari berbagai lintas generasi tampak antusias memadati jalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Edukasi Nilai Perjuangan
Ketua RT 02 RW 12 sekaligus tokoh masyarakat setempat, Supriyadi, menyebut karnaval ini bukan sekadar hiburan semata.
Ia menegaskan acara ini membawa misi penting untuk memberikan nilai edukasi bagi para generasi muda.
“Kami memilih karnaval untuk mengingatkan generasi muda tentang makna perjuangan sekaligus menjadi media pembelajaran nilai-nilai perjuangan,” jelas Supriyadi.
Supriyadi menilai peringatan kemerdekaan membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan seremonial yang bersifat rutin.
Masyarakat perlu mengenalkan nilai perjuangan pahlawan kepada anak-anak melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.
“Harapannya anak-anak tidak hanya tahu bahwa kita merdeka, tetapi juga memahami bagaimana perjuangan para pahlawan dan pentingnya menjaga persatuan serta kerukunan,” ujarnya.
Simbol Persatuan Warga
Peserta karnaval turun ke jalan dengan mengenakan beragam busana tradisional dan pakaian khas daerah.
Penampilan ragam busana adat tersebut mencerminkan kekayaan budaya sekaligus menjadi simbol persatuan nusantara.
Rombongan warga turut membentangkan spanduk panjang yang berisi pesan kuat tentang pentingnya menjaga kerukunan sosial.
Spanduk tersebut bertuliskan: “Tumbuh Bersama, Bergerak Searah, Merawat Kebersamaan, Menjaga Kerukunan Tanpa Sekat.”
Atribut bergambar kepalan tangan juga menyertai langkah peserta, memperkuat pesan solidaritas di tengah masyarakat desa.
Karnaval ini sukses membuka ruang sosial bagi warga untuk berkumpul dan saling berbaur secara langsung.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Dengan kegiatan seperti ini, warga bisa berkumpul, saling mengenal, dan semakin kompak tanpa melihat perbedaan,” tambah Supriyadi.
Ia berharap semangat gotong royong warga Kejapanan tetap terjaga sebagai budaya sehari-hari, bukan sekadar saat perayaan.
“Semoga kekompakan ini terus dijaga. Gotong royong dan kerukunan harus menjadi budaya warga sehari-hari, sehingga lingkungan kita tetap aman, nyaman, guyub, dan penuh kekeluargaan,” pungkasnya.







