Program Bunda Puspa Gresik Diperluas, Fokus Perkuat Ekonomi Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga

Berita24 Dilihat

GRESIK, Tretan.News – Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas Program Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak (Bunda Puspa) pada 2026 dengan menjangkau 80 desa di delapan kecamatan. Perluasan ini dilakukan untuk memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pembangunan desa.

Program yang menjadi bagian dari Nawa Karsa Gresik Seger tersebut sebelumnya baru menjangkau 24 desa sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022. Tahun ini, cakupan program diperbesar agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga maupun daerah. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Washil, Program Bunda Puspa dirancang untuk menghasilkan berbagai dampak positif, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan anak, hingga perbaikan kesehatan dan gizi keluarga.

“Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan tersebut akan menjadi kuat,” ujarnya saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik, Selasa (2/6/2026).

Selain memberikan edukasi terkait ketahanan keluarga, perlindungan anak, dan peran perempuan dalam pembangunan, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kewirausahaan dan pengembangan usaha produktif.

Peserta memperoleh pendampingan usaha, pelatihan pemasaran produk, hingga fasilitasi akses permodalan dan koperasi yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan perluasan program dilakukan agar semakin banyak perempuan yang memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan usaha mereka.

Menurutnya, selama empat tahun pelaksanaan, Program Bunda Puspa telah menjadi salah satu sarana pemberdayaan perempuan di tingkat desa yang memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat.

“Karena itu pada tahun 2026 cakupan program diperluas menjadi 80 desa agar lebih banyak perempuan dapat meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.

Pemkab Gresik berharap perluasan Program Bunda Puspa tidak hanya meningkatkan kemandirian perempuan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga, mendorong tumbuhnya usaha mikro di desa, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi pemerintah desa, organisasi perempuan, dunia usaha, dan perguruan tinggi, program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis keluarga dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *