Petani Desa Kepulungan Panen 40 Ton Padi dan Nikmati Harga Gabah Tinggi

Berita173 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news — Petani Desa Kepulungan menggelar tasyakuran panen padi masa tanam kedua di Dusun Tugusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026).

​Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen padi. Petani juga menikmati kenaikan harga jual gabah.

​Kelompok Tani Desa Kepulungan menggelar acara tersebut bersama mitra kerja mereka, PT Semangat Bersama Entrepreneurship (PT SBE).

​Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono menghadiri acara tasyakuran tersebut. Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Penyuluh Pertanian Kecamatan Gempol turut hadir mendampingi puluhan petani.

​Petani mencatat peningkatan produktivitas pada panen musim ini. Penjualan gabah melalui kemitraan memberikan harga yang jauh lebih kompetitif daripada tengkulak.

​Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Betas, Ilyas, menyebut keberhasilan panen ini lahir dari kekompakan petani serta kemitraan bersama PT SBE.

​”Alhamdulillah hasil panen tahun ini sangat baik. Petani semakin semangat karena selain hasilnya bagus, harga yang diberikan PT SBE juga lebih tinggi,” ujar Ilyas.

​Ia mengungkapkan selisih harga gabah dari mitra bisa mencapai sekitar Rp10 ribu. Angka tersebut sangat membantu meningkatkan pendapatan para petani lokal.

​Kemitraan antara petani Kepulungan dan PT SBE ini telah berjalan efektif selama kurang lebih tiga tahun.

​Ilyas menjelaskan total luas lahan panen musim kedua ini mencapai sekitar 25 hektare. Lahan tersebut tersebar di Dusun Tugusari, Betas, dan Kabunan.

​Para petani membudidayakan padi varietas M70. Estimasi total produksi padi pada musim tanam ini mencapai sekitar 40 ton.

​Jumlah petani yang bergabung dalam program kemitraan ini terus bertambah setiap tahun. Luas lahan kelolaan bersama PT SBE juga semakin meluas.

​Ilyas menilai kepastian harga gabah dan pendampingan budidaya menjadi faktor kunci pendorong semangat para petani.

​”Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut. Dengan adanya kepastian harga dan pendampingan, petani menjadi lebih optimistis,” pungkas Ilyas.

​Sinergi ini diharapkan terus meningkatkan produktivitas pertanian Desa Kepulungan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat desa setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *