Seorang Lansia Disampang Hilang Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian Hingga Sisir Sungai dan Tambak

Berita, Peristiwa122 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News — Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Sana Buk Sidah, 71 tahun, dilaporkan hilang di Dusun Sallok, Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Hingga Selasa (15/9/2026) malam, keberadaan warga Dusun Sallok tersebut belum diketahui.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sampang bersama unsur terkait telah melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur korban, termasuk area persawahan, tambak dan sungai di sekitar lokasi.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Muhammad Hosin, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai warga hilang tersebut dari masyarakat.

Setelah melakukan koordinasi dan memastikan informasi di lapangan, BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian.

“BPBD melakukan koordinasi dengan warga setempat untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah informasi dipastikan, tim melakukan pencarian dengan menyusuri sungai di sekitar lokasi hilangnya ibu Sidah,” kata Muhammad Hosin, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan keterangan perangkat Desa Margantoko, korban diketahui terakhir terlihat oleh warga pada Minggu (13/9/2026).

Saat itu, korban terlihat berjalan menuju arah persawahan dengan mengenakan pakaian berwarna kuning dan penutup kepala berupa sarung berwarna merah.

Pada Senin (14/9/2026), perangkat desa kemudian mendatangi rumah korban dan mencari informasi kepada tetangga.

Dari keterangan warga, korban diketahui berjalan menuju persawahan dengan tujuan ke arah Desa Pendeh.

Lansia 71 tahun, Sana Buk Sidah, dilaporkan hilang di Dusun Sallok, Sampang. BPBD dan tim gabungan melakukan pencarian melalui sungai, tambak, sawah hingga drone.

Namun, hingga sore hari korban tidak kunjung kembali ke rumah. Informasi mengenai hilangnya korban kemudian disampaikan kepada warga Desa Margantoko untuk dilakukan pencarian bersama.

Dalam proses pencarian, keluarga korban menemukan sebuah sarung yang diduga milik korban serta jejak kaki di sekitar area tambak.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu titik yang ditelusuri keluarga bersama masyarakat setempat.

Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan sejumlah unsur, yakni BPBD Sampang, Polsek Jrengik, Koramil Jrengik, Kecamatan Jrengik, perangkat Desa Margantoko, Agisena BPBD Jawa Timur, Destana Margantoko serta masyarakat setempat.

Selain menyusuri kawasan sungai, persawahan dan sekitar tambak, petugas juga melakukan pencarian melalui udara menggunakan drone untuk membantu pemantauan wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.

“Selain pencarian melalui jalur darat dan penyusuran sungai, kami juga melakukan pencarian melalui udara menggunakan drone,” ujar Hosin.

Hingga pencarian pada Selasa (15/9/2026) ditutup, korban belum berhasil ditemukan. Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sampang dilaporkan cerah.

“Untuk pencarian hari ini hasilnya masih nihil dan akan dilanjutkan besok pagi,” pungkasnya.

Tim gabungan selanjutnya akan kembali melakukan operasi pencarian pada Rabu (16/9/2026) dengan menyisir sejumlah area yang dinilai masih perlu diperiksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *