Penyaluran Bapang 30 Kg di Pajeruan Dapat Apresiasi, Pemdes Permudah Akses Warga

SAMPANG, Tretan.News — Penyaluran bantuan pangan (Bapang) berupa beras Bulog di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mendapat apresiasi dari masyarakat. Pemerintah Desa (Pemdes) Pajeruan menyalurkan bantuan tersebut di dua titik untuk mempermudah masyarakat menjangkau lokasi pengambilan bantuan.

Penyaluran di titik pertama berlangsung di Dusun Tangkat Timur sejak Jumat, 11 September 2026, yang diperuntukkan bagi masyarakat dari empat dusun. Sementara penyaluran di empat dusun lainnya mulai dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Kantor Desa Pajeruan.

Langkah tersebut dilakukan Pemdes Pajeruan sebagai upaya memberikan kemudahan kepada masyarakat penerima manfaat agar tidak harus menempuh jarak yang terlalu jauh untuk mengambil bantuan yang menjadi hak mereka.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.574 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram beras Bulog.

Antusiasme masyarakat terlihat selama proses penyaluran berlangsung. Sejumlah warga bahkan rela mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan bantuan tersebut.

Proses pendistribusian juga mendapat pemantauan dari pengawas, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan tertib.

Pj Kepala Desa Pajeruan, Muhammad Sholihin, mengatakan pembagian di dua titik merupakan bagian dari upaya pemerintah desa memberikan pelayanan yang lebih mudah dan dekat kepada masyarakat.

“Kami berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengambil bantuan ini. Karena itu, penyaluran kami lakukan di dua titik agar jangkauan masyarakat lebih mudah dan tidak terlalu menyulitkan penerima manfaat,” ujar Muhammad Sholihin.

Menurutnya, Pemdes Pajeruan juga terus memastikan proses pendistribusian berjalan sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

Ia meminta masyarakat yang namanya tercatat sebagai penerima namun belum mendapatkan undangan agar tidak langsung khawatir. Warga tetap dapat melakukan pengecekan dan membawa dokumen kependudukan sebagai bagian dari proses pencairan.

“Jadi meskipun masyarakat tidak menerima undangan, sedangkan di data ada, silakan bawa KTP dan KK untuk melakukan pencairan di sana atau bisa langsung menghubungi kepala dusun atau Kasun masing-masing,” jelas pria yang akrab disapa Mas Lihin tersebut.

Sholihin menegaskan, proses penyaluran bantuan masih terus berlangsung hingga batas waktu yang telah ditentukan. Pemdes juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum sempat mengambil bantuan untuk menyelesaikan proses penerimaannya.

“Kami berharap masyarakat yang sudah terdata sebagai penerima bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Bagi yang belum sempat mengambil, masih kami berikan ruang untuk menyelesaikan pengambilannya sesuai waktu yang sudah ditentukan,” katanya.

Ia berharap bantuan pangan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Harapan kami bantuan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami juga mengimbau agar masyarakat mengikuti arahan petugas dan mengambil bantuan sesuai ketentuan supaya proses penyaluran tetap tertib dan berjalan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Pajeruan, Abdul Giram, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemdes Pajeruan atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selama proses penyaluran Bapang.

Menurutnya, keputusan pemerintah desa membagi lokasi penyaluran menjadi dua titik dinilai membantu warga karena penerima tidak perlu datang dari jarak yang terlalu jauh.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pajeruan yang selama ini terus berupaya memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat. Penyaluran seperti ini sangat membantu karena warga bisa lebih mudah menjangkau lokasi pengambilan bantuan,” ujar Abdul Giram.

Ia menilai langkah Pemdes Pajeruan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memastikan proses pengambilan bantuan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertib.

“Menurut kami, apa yang dilakukan pemerintah desa ini memberikan nilai positif. Masyarakat merasa diperhatikan karena pemerintah desa tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memikirkan bagaimana agar masyarakat lebih mudah mendapatkan haknya,” katanya.

Abdul Giram juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah pihak dalam memantau proses penyaluran, sehingga masyarakat dapat mengikuti antrean dengan tertib.

“Kami berharap pola pelayanan seperti ini terus dipertahankan. Kalau ada bantuan untuk masyarakat, sebisa mungkin diberikan pelayanan yang mudah, terbuka dan tidak menyulitkan penerima,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyaluran Bapang di Desa Pajeruan masih berlangsung. Pemdes Pajeruan berkomitmen menuntaskan distribusi kepada seluruh penerima yang telah terdata, termasuk memberikan ruang bagi masyarakat yang belum sempat mengambil bantuan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *