ICONIS ke-10 di UIN Madura Bahas Jejak Syekh Yusuf Al-Makassari dan Tradisi Keagamaan Madura

Berita, Pendidikan, Tokoh183 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News International Conference on Islamic Studies (ICONIS) ke-10 digelar di UIN Madura, pada Rabu (9/9/2026).

Konferensi internasional tersebut membahas jejak sejarah dan pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari serta relevansinya dengan tradisi keagamaan masyarakat Madura.

Rektor UIN Madura Saiful Hadi mengatakan pembahasan tersebut menjadi salah satu fokus dalam forum akademik ICONIS ke-10.

“Khususnya dalam relevansinya terhadap upaya merawat dan memelihara tradisi keagamaan masyarakat di Pulau Madura,” ujar Saiful Hadi.

Menurut dia, penyelenggaraan ICONIS ke-10 kembali mengangkat pentingnya kajian terhadap warisan intelektual dan spiritual ulama terdahulu.

Syekh Yusuf Al-Makassari dinilai memiliki keterkaitan spiritual, keilmuan, dan kebudayaan dengan tradisi Islam yang berkembang di masyarakat Madura.

Pendekatan tasawuf yang dikembangkan Syekh Yusuf memadukan nilai spiritual dengan keteguhan moral dalam membentuk karakter keagamaan masyarakat Nusantara.

Melalui ICONIS ke-10, pemakalah dan peserta membahas rekam jejak keilmuan, doktrin tasawuf, serta semangat perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk melihat bagaimana pemikiran Syekh Yusuf dapat menjadi panduan dalam merespons dinamika zaman.

Forum itu juga menjadi ruang refleksi terhadap keberlanjutan tradisi lokal Madura yang berkembang melalui jejaring sanad keilmuan ulama klasik Nusantara.

Tradisi tersebut mencakup amalan zikir, puji-pujian, tahlilan, hingga tradisi keagamaan berbasis pesantren yang masih berkembang di Madura.

Di tengah modernisasi dan perubahan sosial, tradisi keagamaan lokal menghadapi tantangan terhadap keberlanjutan nilai yang selama ini berkembang di masyarakat.

Karena itu, diskusi ICONIS ke-10 tidak hanya membahas catatan sejarah, tetapi juga membahas strategi kebudayaan.

Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga identitas keagamaan masyarakat Madura agar tetap kokoh di tengah perubahan sosial.

Nilai Islam yang ramah, moderat, toleran, serta sarat kearifan lokal diharapkan terus menjadi benteng moral bagi generasi mendatang.

Melalui pembahasan dalam ICONIS ke-10, forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi akademik dan karya literatur baru.

Hasil tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah studi Islam Nusantara dan memberikan kontribusi bagi pemangku kebijakan.

Kontribusi itu juga diharapkan menjangkau tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan dalam menjaga kebudayaan Islam berbasis tradisi lokal Madura. (*)

 

ICONIS ke-10 UIN Madura bahas Syekh Yusuf dan tradisi keagamaan Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *