Lindu Aji Culture Fest 2026: Lestarikan Budaya dan Ubah Stigma Ormas

Berita, Sosial89 Dilihat

MAGELANG, TRETAN.news — Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menggelar Lindu Aji Culture Fest 2026 di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung meriah.

​Sekitar 10.000 anggota memadati lokasi. Mereka hadir untuk mendukung pelestarian seni budaya, ekonomi kreatif, serta beragam kegiatan sosial.

​Ketua Dewan Pembina Lindu Aji, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, hadir langsung. Ia menyebut kegiatan ini memperkuat ekonomi kerakyatan.

​“Dipilihnya objek wisata Candi Borobudur, karena mengandung sejarah nenek moyang kita yang dikenal dunia internasional dan kearifan lokal,” ujar Fauka.

​”Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya. Dengan harapan, mendapat restu dari para leluhur,” tambahnya.

Aksi Sosial dan UMKM

​Festival ini menampilkan 1.000 penari jatilan dan puluhan pelaku UMKM lokal. Acara ini sukses memberdayakan ekonomi warga sekitar.

​Lindu Aji juga membagikan santunan. Sebanyak 550 anak yatim, fakir miskin, dan kelompok lansia menerima bantuan sosial tersebut.

​Fauka memastikan parade budaya ini akan menjadi agenda rutin. Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus menjaga kekayaan budaya Nusantara.

Pelantikan dan Mitra TNI-Polri

​Rangkaian acara ini juga diisi pelantikan pengurus DPP Lindu Aji periode 2026-2031 di Taman Lumbini, Minggu (13/9/2026).

​Fauka memberikan arahan tegas kepada pengurus baru. Ia bertekad menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada ormas.

​“Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin merubah stigma ormas ini,” tegasnya.

​Ia menginstruksikan seluruh anggota agar menjadi mitra kepolisian dan militer. Anggota dilarang keras menggunakan kekerasan.

​“Saya tekankan kepada seluruh anggota, ormas Lindu Aji mitra TNI-Polri. Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan dengan otot,” ungkap Fauka.

​Fauka mengimbau jajaran pengurus cabang selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Ia melarang anggotanya bertindak arogan.

​“Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmas-nya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres setempat,” tuturnya.

Sejarah dan Transformasi

​Fauka merupakan mantan anggota Tim Mawar Kopassus. Ia resmi menjabat Ketua Pembina sejak Kongres III di Semarang.

​Ia memastikan tidak akan membawa Lindu Aji ke ranah politik. Fokus utama organisasi tetap pada jalur sosial.

​Lindu Aji sendiri berdiri sejak 1989. Kini, organisasi kemasyarakatan tersebut terus berkembang dan memiliki sekitar 100 ribu anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *