MAGELANG, TRETAN.news — Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menggelar Lindu Aji Culture Fest 2026 di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung meriah.
Sekitar 10.000 anggota memadati lokasi. Mereka hadir untuk mendukung pelestarian seni budaya, ekonomi kreatif, serta beragam kegiatan sosial.
Ketua Dewan Pembina Lindu Aji, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, hadir langsung. Ia menyebut kegiatan ini memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Dipilihnya objek wisata Candi Borobudur, karena mengandung sejarah nenek moyang kita yang dikenal dunia internasional dan kearifan lokal,” ujar Fauka.
”Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya. Dengan harapan, mendapat restu dari para leluhur,” tambahnya.
Aksi Sosial dan UMKM
Festival ini menampilkan 1.000 penari jatilan dan puluhan pelaku UMKM lokal. Acara ini sukses memberdayakan ekonomi warga sekitar.
Lindu Aji juga membagikan santunan. Sebanyak 550 anak yatim, fakir miskin, dan kelompok lansia menerima bantuan sosial tersebut.
Fauka memastikan parade budaya ini akan menjadi agenda rutin. Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus menjaga kekayaan budaya Nusantara.
Pelantikan dan Mitra TNI-Polri
Rangkaian acara ini juga diisi pelantikan pengurus DPP Lindu Aji periode 2026-2031 di Taman Lumbini, Minggu (13/9/2026).
Fauka memberikan arahan tegas kepada pengurus baru. Ia bertekad menghapus stigma negatif yang kerap melekat pada ormas.
“Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin merubah stigma ormas ini,” tegasnya.
Ia menginstruksikan seluruh anggota agar menjadi mitra kepolisian dan militer. Anggota dilarang keras menggunakan kekerasan.
“Saya tekankan kepada seluruh anggota, ormas Lindu Aji mitra TNI-Polri. Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan dengan otot,” ungkap Fauka.
Fauka mengimbau jajaran pengurus cabang selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Ia melarang anggotanya bertindak arogan.
“Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmas-nya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres setempat,” tuturnya.
Sejarah dan Transformasi
Fauka merupakan mantan anggota Tim Mawar Kopassus. Ia resmi menjabat Ketua Pembina sejak Kongres III di Semarang.
Ia memastikan tidak akan membawa Lindu Aji ke ranah politik. Fokus utama organisasi tetap pada jalur sosial.
Lindu Aji sendiri berdiri sejak 1989. Kini, organisasi kemasyarakatan tersebut terus berkembang dan memiliki sekitar 100 ribu anggota.







