Fotografi Anak “What We See” Hadir di Wisma Jerman Surabaya

Berita, Pendidikan20 Dilihat

SURABAYA, tretan.news — Di ruang pameran Wisma Jerman, deretan foto sederhana justru menghadirkan pengalaman visual yang hangat. Pameran bertajuk “What We See” menampilkan karya anak-anak dari Klub Fotografi SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.

Melalui kamera, para fotografer cilik menangkap hal-hal kecil yang sering terlewat: ekspresi spontan, cahaya di sudut ruang, hingga momen keseharian yang jujur dan apa adanya.

Sebanyak 16 fotografer muda terlibat dalam pameran ini yang dikuratori oleh Idealita Ismanto.

“Pameran ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan karya mereka dari proses belajar hampir tiga tahun,” ujar Idealita.

Dukungan Sekolah dan Proses Belajar

Kepala sekolah Ririn Indriyanti mengaku bangga dengan perkembangan siswanya.

“Anak-anak mampu mengamati dan menceritakan dunia dengan cara yang unik dan penuh makna,” katanya.

Ia menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar foto, tetapi hasil proses belajar, kreativitas, dan keberanian berekspresi.

Belajar Melihat dari Perspektif Anak

Management Advisor Mike Neuber menilai pameran ini membuka perspektif baru bagi orang dewasa.

“Kita bisa belajar melihat hal biasa menjadi luar biasa dari sudut pandang anak-anak,” ujarnya.

Cerita dari Lensa Cilik

Salah satu peserta, Celine Justopo, merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Seru, aku bisa motret dan hasilnya bisa dipakai bantu motret produk jualan papa,” katanya.

Lebih dari Sekadar Foto

Karya yang dipamerkan hadir dengan beragam pendekatan dari potret ekspresi hingga eksperimen visual yang spontan. Tidak selalu sempurna secara teknis, namun justru kuat dalam kejujuran dan ekspresi.

Pameran juga menghadirkan diskusi bersama Leo Arif Budiman yang menambah perspektif tentang proses belajar fotografi dan tantangannya.

“What We See” bukan sekadar pameran fotografi, tetapi pengingat bahwa cara melihat dunia bisa sesederhana mata anak-anak, jujur, segar, dan penuh rasa ingin tahu.

Pameran ini berlangsung 7–9 Juni 2026 dan terbuka untuk umum, menghadirkan ruang kecil untuk belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *