GRESIK, Tretan.News – Ketika banyak orang melihat pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai akhir perjalanan karier, berbeda dengan yang dialami Deni Adi Santoso atau yang dikenal dengan nama DeniPanthom. Pengalaman kehilangan pekerjaan pada tahun 2023 justru menjadi titik balik yang mengantarkannya ke dunia konten digital, affiliate marketing, dan produk digital.
Kini, melalui acara peluncuran dua ebook pada 16 Juni 2026, Deni ingin membagikan pengalaman serta pengetahuan yang telah mengubah hidupnya kepada masyarakat luas. Dua ebook yang resmi diperkenalkan adalah “Cuan dari Produk Digital” dan “Cuan dari Warung Kopi”, yang ditujukan bagi pemula yang ingin memulai penghasilan tambahan hanya bermodal ponsel dan internet.
Acara yang dikemas dalam konsep santai sambil ngopi ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Gen Z, pekerja terdampak PHK, hingga ibu rumah tangga yang ingin mencari peluang baru di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Dari Pengalaman Pribadi Menjadi Panduan Praktis
DeniPanthom mengungkapkan bahwa kedua ebook tersebut lahir dari pengalaman nyata yang ia alami sendiri setelah kehilangan pekerjaan.
Menurutnya, banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki potensi untuk mendapatkan penghasilan dari internet, namun bingung harus memulai dari mana.
“Saya pernah berada di titik kehilangan pekerjaan dan merasakan sulitnya mencari peluang baru. Dari situ saya belajar dunia konten dan produk digital. Setelah berhasil mendapatkan penghasilan, saya ingin membagikan pengalaman itu kepada orang lain melalui ebook yang lebih praktis dan mudah dipahami,” ujar Deni.
Sebagai seorang konten kreator AI yang sering menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan, Deni melihat teknologi saat ini membuka peluang yang lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.
“Sekarang membuat konten tidak sesulit dulu. Ada banyak teknologi AI yang bisa membantu proses kreatif. Yang dibutuhkan hanya kemauan belajar dan konsistensi menjalankannya,” tambahnya.
Menjawab Tantangan Generasi Muda dan Pencari Kerja
Dalam ebook “Cuan dari Produk Digital”, Deni membahas langkah demi langkah membangun bisnis digital dari nol, mulai dari menentukan ide produk, membuat konten pemasaran, hingga memanfaatkan program affiliate.
Sementara ebook “Cuan dari Warung Kopi” mengangkat konsep sederhana tentang bagaimana kebiasaan sehari-hari seperti nongkrong dan ngopi dapat dimanfaatkan sebagai ruang produktif untuk membangun penghasilan digital.
Menurut Deni, konsep tersebut sengaja dibuat dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.
“Banyak ide besar lahir dari obrolan sederhana di warung kopi. Saya ingin menunjukkan bahwa peluang bisnis digital tidak harus dimulai dari kantor mewah atau modal besar,” katanya.
Promo Launching untuk Masyarakat
Dalam rangka peluncuran resmi, kedua ebook tersebut ditawarkan dengan harga spesial.
- Cuan dari Produk Digital: dari Rp99.000 menjadi Rp28.900 klik disini untuk beli
- Cuan dari Warung Kopi: dari Rp99.000 menjadi Rp28.900 klik disini untuk beli
- Bundling dua ebook: dari Rp199.000 menjadi Rp38.900 klik disini untuk beli
Promo tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang hadir.
Testimoni Peserta: Relevan dengan Kondisi Saat Ini
Lisa, salah satu peserta dari kalangan Gen Z, mengaku menemukan jawaban atas kebingungannya setelah lulus sekolah pada tahun 2025.
“Saya masih mencari pekerjaan sampai sekarang dan sering bingung mau mulai dari mana untuk mendapatkan penghasilan. Ebook ini menjelaskan roadmap yang jelas sehingga lebih mudah dipahami pemula seperti saya,” ujarnya.
Peserta lainnya, Samsul, yang baru terkena PHK pada tahun 2026, juga mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai dunia konten.
“Saya sering membuat konten TikTok, tapi tidak pernah berpikir kalau konten sederhana bisa menghasilkan uang. Setelah membaca materi yang dijelaskan, saya jadi lebih paham peluangnya,” katanya.
Sementara Nisa, seorang ibu rumah tangga, menilai harga ebook yang terjangkau menjadi nilai tambah tersendiri.
“Materinya banyak dan aplikatif. Dengan harga sekitar Rp30 ribuan, menurut saya sangat terjangkau untuk belajar peluang usaha dari rumah,” tuturnya.
Berharap Menjadi Gerakan Literasi Digital dari Gresik
Menutup acara, DeniPanthom menyampaikan harapannya agar kedua ebook tersebut tidak hanya menjadi produk digital biasa, tetapi juga menjadi gerakan edukasi yang mendorong masyarakat lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Ia optimistis bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan akses ilmu yang tepat.
“Saya ingin memulai dari Gresik. Semoga nantinya semakin banyak daerah lain yang ikut berkembang melalui literasi digital, konten kreatif, dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi baru,” pungkasnya.
Melalui dua ebook tersebut, DeniPanthom berupaya membuktikan bahwa keterbatasan modal bukan lagi penghalang untuk memulai usaha. Di era digital saat ini, peluang bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah warung kopi dan sebuah ponsel di genggaman tangan.










