DPRD Pasuruan Dukung Relokasi Balai Desa Kejapanan Gempol

Berita, Pemerintahan137 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan mendukung rencana relokasi Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.

​Dukungan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 di kawasan Lumbung Pangan Nusantara, Rabu (29/7/2026).

​Gedung Balai Desa Kejapanan saat ini dinilai kurang representatif untuk menunjang pelayanan publik.

​Kapasitas bangunan dan area parkir balai desa tidak lagi mampu menampung aktivitas masyarakat.

​Alasan Utama Relokasi Balai Desa

​Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, menyebut relokasi balai desa sudah menjadi kebutuhan mendesak.

​”Saya melihat Kejapanan sudah waktunya pindah balai desa. Tempat yang lama kurang representatif dan parkirnya sulit,” ujar Samsul.

​Ia menyetujui opsi pemindahan balai desa ke kawasan Lumbung Pangan Nusantara karena lahannya luas dan dekat jalan raya.

​Samsul menegaskan pihak legislatif siap mengawal penganggaran pembangunan gedung baru tersebut secara bertahap.

​”Kami akan bantu mencari peluang dari berbagai pos anggaran. Tidak bisa seketika, harus bertahap,” tegasnya.

​Melayani 25 Ribu Penduduk

​Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti, turut menguatkan pentingnya pemindahan fasilitas umum tersebut.

​Nik menilai gedung lama tak lagi memadai untuk melayani Desa Kejapanan yang berpenduduk sekitar 25 ribu jiwa.

​”Saya mendukung perpindahan balai desa. Tanah kas desa di Kejapanan masih tersedia untuk bangunan yang lebih layak,” kata Nik.

​Nik mengusulkan bangunan lama dialihkan untuk mendukung area parkir wisata religi Makam Ki Ageng Penanggungan serta UMKM warga.

​Tanggapan Pemerintah Desa

​Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

​Randi menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbangdes sengaja digelar di Lumbung Pangan Nusantara akibat keterbatasan tempat di gedung lama.

​”Hari ini Musrenbangdes kami laksanakan di Lumbung Pangan karena parkir balai desa sangat terbatas,” ungkap Randi.

​Ia optimistis pembangunan balai desa baru terwujud melalui kolaborasi anggaran pemerintah daerah dan lintas pemangku kepentingan.

​”Dengan dukungan Pak Samsul dan Bu Nik, kami makin yakin rencana ini terwujud,” pungkas Randi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *