GRESIK, Tretan.News – Biaya pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan masyarakat menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sejumlah warga mengeluhkan tingginya biaya masuk Taman Kanak-kanak (TK) swasta yang dinilai cukup memberatkan, khususnya bagi keluarga kalangan menengah ke bawah.
Minimnya jumlah TK negeri di Kabupaten Gresik disebut menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan swasta. Kondisi ini membuat sebagian orang tua harus mengeluarkan biaya lebih besar demi memastikan anak mendapatkan pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Saat ini, keberadaan TK negeri di Kabupaten Gresik masih sangat terbatas. Beberapa kecamatan yang telah memiliki TK negeri di antaranya Manyar, Menganti, dan Balongpanggang. Sementara di banyak wilayah lain, masyarakat masih bergantung pada sekolah swasta untuk layanan pendidikan anak usia dini.
Kondisi tersebut dikeluhkan salah satu warga Kecamatan Kebomas, Falupi. Ia mengaku terpaksa memilih TK swasta karena tidak adanya pilihan sekolah negeri yang mudah diakses di wilayah tempat tinggalnya.
“Ya terpaksa harus ke sekolah TK swasta dengan biaya yang bikin pusing,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurut Falupi, pendidikan TK merupakan tahapan penting bagi tumbuh kembang anak sebelum memasuki pendidikan dasar. Namun, biaya pendaftaran, uang gedung, hingga iuran bulanan yang cukup tinggi membuat banyak keluarga harus memutar keuangan rumah tangga agar tetap dapat menyekolahkan anak.
“Kalau kalangan menengah ke atas mungkin masih bisa diupayakan. Tapi kalau warga menengah ke bawah tentu keberatan,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dapat menambah jumlah TK negeri di berbagai kecamatan agar akses pendidikan usia dini semakin merata dan terjangkau. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya perhatian lebih terhadap biaya pendidikan anak usia dini agar seluruh anak di Gresik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sejak dini.







