Kisah Haru di Pangarengan, Balita Diduga Gizi Buruk di Sampang Dapat Bantuan dari Ketua AWAS

Berita, Sosial170 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS), Ahmad Jumaadi.

Tanpa menunggu lama setelah menerima informasi, ia langsung mendatangi kediaman balita yang diduga mengalami gizi buruk di Dusun Gunungah, Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Minggu (5/7/2026) pagi.

Balita tersebut bernama Asheeqa Al Farizi (1), putri pertama pasangan suami istri Salman Al Farizi dan Nur Azizah. Keluarga kecil itu hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh serabutan sehingga penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, termasuk memenuhi kebutuhan gizi dan pengobatan anaknya.

Dalam kunjungannya, Ahmad Jumaadi tidak hanya memberikan semangat kepada keluarga, tetapi juga menyerahkan bantuan uang tunai secara pribadi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga untuk membeli susu, makanan bergizi, serta kebutuhan lain bagi Asheeqa.

Kedatangan Ketua AWAS itu disambut penuh haru dan rasa syukur oleh keluarga.

Mereka mengaku tidak menyangka masih banyak orang yang peduli terhadap kondisi anak mereka.

Berdasarkan keterangan keluarga, Asheeqa diduga mengalami gangguan gizi sejak berusia sekitar 40 hari.

Hingga kini, kondisinya masih memerlukan perhatian serius agar tumbuh kembangnya dapat kembali normal.

Ahmad Jumaadi mengaku mengetahui kondisi balita tersebut dari pemberitaan salah satu media online yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sampang. Saat itu dirinya baru selesai berolahraga lari pagi.

Tanpa berpikir panjang, pria yang akrab disapa Cak Jum itu langsung menuju lokasi meski tubuhnya masih berkeringat usai berlari.

Baginya, membantu sesama tidak boleh ditunda ketika ada kesempatan.

“Begitu saya membaca informasi itu, saya langsung datang. Saya ingin melihat langsung kondisi adik Asheeqa sekaligus memberikan sedikit bantuan. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Cak Jum, aksi sosial tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Dies Maulidiyah ke-5 sekaligus Rapat Kerja (Raker) Aliansi Wartawan Sampang (AWAS) yang dijadwalkan berlangsung di Kota Pasuruan pada 10–13 Juli 2026.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Jangan menunggu kita menjadi orang mampu untuk bisa berbagi. Selagi masih diberikan rezeki, sekecil apa pun mari kita sisihkan untuk membantu mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Jumaadi juga mengapresiasi Pemerintah Desa Pangarengan maupun Pemerintah Kabupaten Sampang yang sebelumnya telah memberikan perhatian kepada Asheeqa.

Meski demikian, ia berharap pendampingan terhadap balita tersebut terus dilakukan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi, biaya pengobatan, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kami berharap pemerintah dan instansi terkait terus mendampingi keluarga ini agar kebutuhan pengobatan serta asupan gizi adik Asheeqa benar-benar terpenuhi.

Semoga Allah SWT mengangkat penyakitnya dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut membantu,” harapnya.

Sementara itu, Salman Al Farizi, ayah Asheeqa, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian Ketua AWAS Sampang yang telah meluangkan waktu untuk datang langsung ke rumahnya.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada putrinya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anaknya pernah dirawat di RS dr. Soetomo surabaya sejak umur 3 bulan, bahkan tiap 1 minggu dalam setiap bulan rutin kontrol

“Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Jum dan keluarga besar Aliansi Wartawan Sampang yang sudah peduli kepada anak kami.

Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau, diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan semakin sukses,” ungkap Salman penuh haru.

Kepedulian yang ditunjukkan Ketua AWAS Sampang tersebut menjadi pengingat bahwa uluran tangan dan perhatian kepada sesama dapat menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan.

Di tengah keterbatasan, kehadiran orang-orang yang peduli mampu menghadirkan secercah harapan bagi masa depan seorang anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *