SAMPANG | Tretan.news – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Aliansi Wartawan Sampang (AWAS) tidak hanya diwarnai agenda seremonial dan rapat kerja organisasi.
Sebelum seluruh anggota bertolak menuju Kota Pasuruan untuk mengikuti puncak HUT dan Rapat Kerja (Raker) pada 11–12 Juli 2026, AWAS terlebih dahulu memastikan semangat berbagi benar-benar dirasakan masyarakat.
Organisasi profesi wartawan itu menyalurkan bantuan kepada Asheeqa Al Farizi (1), balita yang diduga mengalami gizi buruk di Dusun Gunungah, Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.
Langkah tersebut menjadi pesan kuat bahwa setiap donasi yang dihimpun melalui kegiatan sosial AWAS tidak berhenti sebagai angka dalam laporan organisasi, melainkan diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata yang langsung menyentuh warga yang membutuhkan.
Asheeqa merupakan putri pertama pasangan Salman Al Farizi dan Nur Azizah. Keduanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.
Kondisi balita tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kisahnya ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan kepedulian dari berbagai kalangan.
Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS), Achmad Jumadi, mengatakan momentum HUT ke-5 sengaja diawali dengan aksi sosial agar keberadaan organisasi tidak hanya dikenal melalui karya jurnalistik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam mengelola amanah dan kepercayaan para donatur agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin setiap bantuan yang dipercayakan kepada AWAS benar-benar kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, sebelum berangkat mengikuti puncak HUT dan rapat kerja di Pasuruan, kami sepakat lebih dulu menyalurkan bantuan ini. Semoga dapat meringankan beban keluarga dan menjadi berkah bagi semua pihak,” ujar Achmad Jumadi, Sabtu (11/7/2026).
Ia menegaskan, wartawan tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-5 dan Raker AWAS, Khairul Umam, menyebut kegiatan bakti sosial memang sengaja ditempatkan sebagai pembuka seluruh rangkaian peringatan HUT organisasi.
Menurutnya, solidaritas antarsesama tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami ingin HUT AWAS tidak hanya dikenang sebagai agenda organisasi, tetapi juga meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga tradisi berbagi seperti ini terus menjadi bagian dari setiap kegiatan AWAS ke depan,” ungkap Khairul Umam.
Setelah kegiatan sosial tersebut, rombongan AWAS melanjutkan perjalanan ke Kota Pasuruan untuk mengikuti puncak HUT ke-5 sekaligus Rapat Kerja organisasi.
Forum tersebut akan membahas evaluasi program, menyusun langkah strategis peningkatan kualitas pemberitaan, serta memperkuat komitmen organisasi dalam menghadirkan jurnalisme yang profesional, independen, akurat, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Melalui semangat pengabdian dan kepedulian sosial, AWAS ingin membuktikan bahwa organisasi wartawan bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan.
Setiap donasi yang dipercayakan kepada organisasi diupayakan kembali kepada masyarakat dalam bentuk aksi nyata yang memberikan dampak dan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan.







