Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Berita, Peristiwa30 Dilihat

GRESIK, tretan.news – Seorang pemancing muda dilaporkan tenggelam di aliran Kali Lamong, kawasan jembatan rel kereta api perbatasan Gresik–Surabaya, Minggu pagi 07/06/2025 sekitar pukul 07.30 WIB.

Korban berinisial LKMN (23), warga Roomokalisari. Ia berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 06.00 WIB sebelum berangkat memancing di lokasi tersebut.

Di lokasi kejadian, korban diduga terpeleset saat memancing di tepi sungai. Ia kemudian jatuh dan terseret arus Kali Lamong yang saat itu cukup deras.

Rekan korban sempat mencoba menolong, namun derasnya arus membuat korban tidak dapat diselamatkan dan akhirnya tenggelam.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera melapor ke layanan darurat Call Center 112 Gresik. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.

Meski lokasi berada di wilayah Surabaya, BPBD Gresik tetap merespons cepat laporan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Driatmiko Herlambang, membenarkan adanya kejadian itu berdasarkan data Pusdalops BPBD Gresik.

Hingga Minggu siang, tim gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Lamong.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari BPBD Gresik, BPBD Surabaya, tim penyelam, Polsek Benowo, PMI Gresik, RAPI Gresik, warga sekitar, hingga tim penyelamat dari PT Freeport Indonesia.

Petugas menyisir titik-titik yang diduga menjadi jalur korban terbawa arus dengan menggunakan perahu dan peralatan penyelamatan.

Di sekitar lokasi, warga terus memantau proses pencarian. Harapan agar korban segera ditemukan masih terus disuarakan masyarakat.

“Semoga korban segera ditemukan dan pencarian berjalan lancar,” ujar salah satu warga di lokasi.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran sungai, terutama ketika arus Kali Lamong sedang deras dan berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *