SMK Mahardika Karangploso Buka Pendaftaran Berkarir di Jepang Gratis

Berita, Pendidikan45 Dilihat

MALANG, tretan.news – Tren orang Indonesia bekerja di Jepang melonjak drastis akibat krisis demografi di Jepang dan tingginya disparitas upah. Saat ini, tercatat lebih dari 170.000 warga negara Indonesia (WNI) di sana.

Gaji yang ditawarkan berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 55 juta per bulan, jauh di atas rata-rata upah daerah di Indonesia.

Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang paling pesat dibandingkan negara pengirim tenaga kerja lainnya.

Berikut adalah tren data statistik warga negara Indonesia yang bekerja dan tinggal di Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun 2015: Tercatat sekitar 28.228 orang, Tahun 2019: Mencapai sekitar 40.000 orang, yang sebagian besar berstatus sebagai pemagang teknik (gino jisshusei).

Kemudian Tahun 2021: Jumlah orang asing yang bekerja di Jepang mencapai angka 1,7 juta lebih, di mana populasi WNI mulai menunjukkan tren peningkatan yang tajam.

Tahun 2022: Total WNI di Jepang tercatat sebesar 98.865 orang. Tahun 2023: Angka tersebut melonjak tajam menjadi 149.101 orang.

Dan Tahun 2024: Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat 169.539 warga Indonesia bekerja di Jepang per Oktober.

Angka ini meningkat 39,5% dari tahun sebelumnya, dengan total keseluruhan WNI yang tinggal mencapai sekitar 173.000 orang.

Lonjakan ini didorong oleh terbukanya berbagai program migrasi tenaga kerja seperti tokutei ginou (pekerja berketerampilan khusus) dan sistem magang.

Selain itu, pekerja asal Indonesia semakin diandalkan diberbagai sektor industri Jepang karena dikenal ulet dan memiliki etos kerja yang baik.

Untuk melihat perkembangan kebijakan penempatan dan statistik ketenagakerjaan resmi secara real-time, dapat mengunjungi portal resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) atau memantau laporan ketenagakerjaan di kementerian ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kepala Sekolah SMK Mahardika Karangploso Malang Dr. Imam Supandi, SPd., MSi menjelaskan, pihaknya mempunyai sejarah panjang dalam memberangkatkan WNI ke Jepang.

Sebab, hal itu telah dilakukan sejak Tahun 2004. Sampai tahun ini sudah ribuan WNI yang sudah dibantu meneruskan karir di Negeri Bunga Sakura tersebut.

’’Kami memberangkatkan nol biaya alias gratis ke Jepang,’’ ujar Supandi-sapaan akrab Dr. Imam Supandi, SPd., MSi.

Ditegaskan, pihaknya tidak ingin mempersulit atau membebani WNI lulusan SMA atau SMK, yang ingin berkarir di Jepang.

Sebab, pihaknya sangat mengerti kondisi dan keadaan WNI yang ingin mewujudkan mimpinya bekerja di negara Samurai tersebut.

’’Kami bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang, PT. Barexa, dan PT. Ayora untuk memberangkatkan adik-adik yang ingin bekerja di Jepang,’’ pungkas pria kelahiran Sumenep, Madura ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *