RSUD Bangil Raih Platinum Award Dunia untuk Penanganan Stroke

Berita21 Dilihat

PASURUAN, tretan.news — Waktu adalah segalanya saat stroke menyerang. Setiap menit yang terlewat, jutaan sel otak bisa mati sebelum sempat diselamatkan.

Di sinilah taruhan sesungguhnya dari sebuah rumah sakit daerah bukan sekadar fasilitas, melainkan kecepatan dan ketepatan bertindak.

RSUD Bangil, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, membuktikan bahwa standar kelas dunia bukan monopoli rumah sakit besar di kota metropolitan.

Pada kuartal pertama 2026, rumah sakit ini meraih Platinum Award dari World Stroke Organization (WSO) Angels Awards penghargaan internasional yang diberikan kepada rumah sakit yang dinilai mampu memberikan penanganan stroke secara cepat, terstandar, dan berkelanjutan.

Khususnya dalam tindakan trombolisis prosedur penghancuran bekuan darah yang menjadi kunci penyelamatan pasien stroke iskemik.

“Time is Brain”

Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes, tidak menyembunyikan rasa syukurnya saat menerima kabar penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, kami dipercaya oleh World Stroke Organization sebagai rumah sakit yang mampu menangani kasus stroke dengan teknik trombolitik,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Bagi dr. Arma, penghargaan ini bukan tujuan akhir melainkan konfirmasi bahwa arah yang selama ini ditempuh sudah benar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang disebutnya terus memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Ke depannya, kami berharap RSUD Bangil dapat terus berkembang dengan layanan penanganan stroke yang lebih modern, termasuk pengembangan tindakan neurointervensi seperti trombektomi,” tambahnya.

Di balik harapan itu tersimpan ambisi konkret: dari Platinum, RSUD Bangil menargetkan Diamond Award tingkatan tertinggi dalam penilaian WSO Angels Awards.

Inovasi HOLISTIC: Dari IGD hingga CT Scan dalam Hitungan Menit

Penghargaan internasional itu tidak datang dari keberuntungan. Di baliknya ada sistem yang dirancang dengan serius.

Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Saraf RSUD Bangil, dr. Azis Sp.S, menjelaskan bahwa rumah sakit ini memiliki inovasi layanan bernama HOLISTIC singkatan dari Hospital Stroke Center Integrated and Comprehensive yang dirancang khusus untuk mempercepat respons terhadap pasien stroke.

Mekanismenya sederhana namun terkoordinasi ketat: begitu pasien dengan gejala stroke tiba di IGD, Tim Code Stroke langsung diaktifkan. Proses triage, konsultasi dokter spesialis, hingga pemeriksaan CT Scan dijalankan secara simultan mengikuti standar prosedur operasional yang baku.

“Penanganan pasien pada golden period kurang dari tiga jam, merupakan waktu terbaik untuk melakukan tindakan trombolitik. Karena dalam penanganan stroke berlaku prinsip time is brain,” jelas dr. Azis.

Prinsip itu bukan sekadar jargon medis. Setiap menit keterlambatan penanganan stroke setara dengan kerusakan otak yang tidak bisa dikembalikan.

Satu Nomor yang Bisa Menyelamatkan Nyawa

Kesadaran bahwa penanganan stroke dimulai jauh sebelum pasien tiba di rumah sakit mendorong RSUD Bangil untuk melangkah lebih jauh.

Bersama Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, rumah sakit ini mengintegrasikan layanan darurat melalui call center 112 yang dapat diakses masyarakat secara gratis, tanpa pulsa maupun paket data.

Melalui saluran ini, warga yang menemukan seseorang dengan gejala stroke dapat langsung terhubung dengan layanan BEST RSUD Bangil untuk penanganan awal dan koordinasi penjemputan.

Jaringan kolaborasi itu diperluas ke sejumlah puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan khususnya di wilayah Gempol, Beji, Bangil, Rembang, dan Kraton meliputi percepatan penjemputan pasien, pengantaran, hingga penanganan awal sebelum pasien dirujuk.

Rumah Sakit Daerah dengan Mandat Nasional

Status RSUD Bangil bukan sembarangan dalam peta layanan stroke nasional. Kementerian Kesehatan telah menetapkan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan stroke, yang secara rutin melakukan pendataan dan pelaporan kepada World Stroke Organization.

Penetapan itu hadir dalam konteks yang serius: stroke masih tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan menjadi layanan prioritas dalam program kesehatan nasional.

Dengan posisi itu, RSUD Bangil tidak hanya melayani warga Pasuruan tetapi menjadi salah satu simpul penting dalam sistem penanganan stroke di Jawa Timur.

Selanjutnya: Trombektomi dan Cathlab

Jika trombolisis adalah senjata utama saat ini, maka trombektomi prosedur pengangkatan bekuan darah secara mekanis melalui pembuluh darah adalah target berikutnya.

Untuk mewujudkan itu, RSUD Bangil sedang mempersiapkan pengembangan fasilitas cathlab dan penguatan tenaga dokter spesialis neurointervensi investasi infrastruktur dan sumber daya manusia yang akan membawa kapabilitas rumah sakit ini ke level berikutnya.

Dari sebuah rumah sakit daerah di Pasuruan, standar dunia rupanya bukan sesuatu yang mustahil untuk diraih — asalkan sistemnya dibangun dengan benar, dan waktu tidak pernah disia-siakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *