Pia Rumahan dari Wonosari Pasuruan Tembus Luar Pulau

Berita, UMKM126 Dilihat

PASURUAN, tretan.news – Nama pia selama ini identik dengan Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Deretan rumah produksi di kawasan itu sudah lama dikenal sebagai sentra kuliner legendaris.

Namun siapa sangka, beberapa kilometer dari sana, tepatnya di Desa Wonosari, terdapat usaha pia rumahan yang kini mampu menembus pasar luar Pulau Jawa.

Usaha tersebut adalah Pia Rokhmah, milik Ulul Azmi, warga Dusun Jlumbang, Desa Wonosari. Meski dirintis secara sederhana sejak 2015, usaha itu kini berkembang pesat dan menjadi salah satu UMKM yang diperhitungkan.

“Awalnya saya keluar dari kerja di perusahaan. Setelah itu coba bikin pia sendiri,” ujar Ulul kepada awak media, Rabu (20/5/2026).

Berbekal keberanian dan tekad, Ulul memulai usaha dari nol. Saat itu, produksi masih dilakukan secara sederhana dengan pemasaran terbatas di lingkungan sekitar. Tidak ada mesin modern maupun modal besar yang menopang usahanya.

Namun perlahan, pia buatannya mulai dikenal masyarakat. Rasa yang khas membuat pelanggan terus bertambah. Produksi meningkat, varian pia semakin beragam, hingga akhirnya usaha tersebut mampu merekrut belasan karyawan.

Kini, omzet Pia Rokhmah disebut mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Bahkan produknya tidak hanya dipasarkan di Pasuruan dan sekitarnya, tetapi juga telah dikirim ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

Perjalanan sukses itulah yang menarik perhatian Bumdesma Berdaya Mandiri Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Rombongan sengaja datang ke Desa Wonosari untuk melakukan studi tiru terkait pengembangan UMKM desa.

“Kami ingin melihat dari dekat proses produksi pia. Karena kami mendengar sejarahnya usaha ini dimulai benar-benar dari nol,” kata Direktur Bumdesma Berdaya Mandiri, Erlina.

Menurut Erlina, kisah Pia Rokhmah menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil di desa memiliki peluang besar untuk berkembang apabila dikelola dengan serius dan konsisten.

“Sepulang dari sini, hasil studi tiru ini akan kami sampaikan di Blitar. Semoga kami juga bisa menapaki kesuksesan seperti Pia Rokhmah,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, para tamu diajak melihat langsung proses pembuatan pia, mulai dari pengolahan adonan, pengisian kacang hijau, hingga proses pemanggangan yang menghadirkan aroma manis gurih khas pia rumahan.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosari, Damanhuri, berharap kunjungan antardaerah seperti ini dapat terus terjalin untuk memperkuat pengembangan UMKM desa.

“Semoga silaturahmi seperti ini bisa terus berlanjut. Tidak hanya sekali pertemuan,” ujarnya.

Ia menilai, pertukaran pengalaman dan wawasan antarwilayah menjadi salah satu kunci agar UMKM desa semakin berkembang dan mampu naik kelas.

“Besar harapan kami, pertemuan ini dapat meningkatkan produktivitas UMKM di desa kita masing-masing,” pungkasnya.

Dari sebuah rumah produksi sederhana di Dusun Jlumbang, Desa Wonosari, kisah Pia Rokhmah menjadi bukti bahwa usaha besar bisa lahir dari langkah kecil yang berani dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *