PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo Soal ‘Londo Ireng’

Investigasi, Tokoh97 Dilihat

SAMPANG, TRETAN.news — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura mengecam tegas penggunaan istilah ‘Londo Ireng’ oleh Presiden Prabowo Subianto.

​Pernyataan bersikap tersebut disampaikan secara resmi oleh empat Ketua PWI kabupaten di wilayah Madura.

​Sikap bersama ini disuarakan oleh Ketua PWI Sumenep Faisal Warid dan Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam.

​Dua ketua lainnya yakni Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra serta Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail.

​Mereka menilai istilah bernuansa kolonial tersebut merendahkan martabat profesi wartawan dan mencederai kemerdekaan pers.

Merendahkan Martabat Profesi

​PWI se-Madura menegaskan penolakan ini merupakan bentuk perlindungan moral terhadap martabat insan pers.

​”Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat dengan istilah ‘Londo Ireng’,” tegas Warid.

​Menurut Anam, istilah tersebut merendahkan profesi dan mencederai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

​”Pernyataan seperti itu sangat tidak layak diutarakan oleh seorang kepala negara,” tambah Hanggara.

Pilar Keempat Demokrasi

​PWI se-Madura mengingatkan bahwa pers bukanlah musuh pemerintah, melainkan pilar keempat demokrasi.

​Mahmud Ismail menegaskan jurnalis independen berfungsi sebagai pengawal, penyeimbang, dan mitra kritis bernegara.

​”Keberadaan jurnalis yang independen sangat dibutuhkan untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power),” kata Mahmud.

​Anam menambahkan pers menjalankan fungsi social control agar masyarakat dapat mengawal kebijakan publik.

Ajak Jaga Kemerdekaan Pers

​Atas kondisi ini, PWI se-Madura menyerukan seluruh insan pers untuk merapatkan barisan.

​Pihaknya menegaskan langkah ini murni demi menjaga amanah profesi serta nilai-nilai demokrasi.

​“Kami mengajak seluruh rekan jurnalis untuk tetap teguh pada prinsip dan merapatkan solidaritas,” tutur Hanggara.

​Ia mengimbau wartawan terus memegang teguh amanah mengawal demokrasi demi kepentingan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *