Semarak HUT ke-28, Sanggar Seni Makan Ati Pamekasan Gelar Pagelaran Tayub Madura

Berita, Budaya, Daerah161 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News Sanggar Seni Makan Ati Pamekasan menggelar pagelaran seni budaya dalam rangka memperingati HUT ke-28, Sabtu malam (12/9/2026).

Kegiatan berlangsung di lapangan seni Sanggar Makan Ati, RT 01/RW 07, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Perayaan tersebut mengusung tema “Aksara Pati”, kependekan dari Aksi Semarak Pagelaran Makan Ati, dengan menampilkan kesenian Tayub Madura.

Pagelaran itu turut dihadiri perwakilan Bupati Pamekasan melalui Dinas Pendidikan, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Sejumlah penggemar seni budaya, baik senior maupun junior, juga hadir untuk memeriahkan perayaan HUT Sanggar Seni Makan Ati.

Dalam sambutannya, Cahyanto, salah satu pendiri sanggar, menceritakan perjalanan awal berdirinya Sanggar Makan Ati di Pamekasan.

Ia menjelaskan, sanggar tersebut berawal dari komunitas teater sebelum berkembang menjadi wadah seni musik, tari, seni rupa, dan sastra.

Sanggar Makan Ati didirikan pada akhir Agustus 1999 oleh Marsiono atau Yono bersama Cahyanto.

Nama Makan Ati memiliki filosofi dari kepanjangan “MAdura Kandang Aktivitas dan Kreaktivitas”, sebagaimana dijelaskan dalam profil sanggar.

Saat ini, Sanggar Makan Ati menjadi salah satu sanggar yang aktif menghidupkan kembali kesenian Tayub Madura di Pamekasan.

Tayub Madura merupakan kesenian tradisional Madura berupa tari bersama antara penari dan penonton yang diiringi musik gamelan khas Madura.

Sanggar Makan Ati melatih generasi muda dalam seni tari dan seni musik Tayub untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional tersebut.

Selain Tayub Madura, sanggar juga terus menjaga kelestarian berbagai kesenian lainnya melalui kegiatan seni dan pertunjukan.

Para pemain binaan Sanggar Makan Ati rutin tampil dalam berbagai acara budaya, hajatan, serta festival daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sanggar untuk mengenalkan seni budaya Madura kepada generasi muda melalui pertunjukan.

Dalam rilis disebutkan, kegiatan itu juga bertujuan mendorong anak muda Madura agar bangga terhadap budaya sendiri serta mau melestarikan dan mengembangkannya.

Mereka rutin pentas di acara budaya, hajatan, dan festival daerah. Tujuannya biar anak muda Madura bangga dan mau melestarikan dan mengembangkan budayanya sendiri.

Perayaan HUT ke-28 Sanggar Makan Ati pada September 2026 tersebut menjadi momentum pagelaran seni dengan menampilkan Tayub Madura Jawa Timur.

Dalam kegiatan itu, Bupati Pamekasan juga memberikan cinderamata kepada Ketua Sanggar Makan Ati, Parsiono atau Mas Yono.

Cinderamata tersebut diserahkan melalui Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Basri, kepada Ketua Sanggar Makan Ati. (*)

 

Perayaan HUT ke-28 Sanggar Makan Ati dengan pertunjukan Tayub Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *