Anggaran Terbatas, DPRD Pasuruan Dorong Desa Winong Tetap Mandiri

PASURUAN, TRETAN.newsAnggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti, meminta masyarakat Desa Winong tidak patah semangat akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

​Nik meyakini laju pembangunan di Kecamatan Gempol tersebut tetap berjalan. Masyarakat Winong memiliki potensi dan ketangguhan yang telah teruji.

​Anggota legislatif ini menyampaikan optimismenya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

​Acara tersebut berlangsung di Balai Desa Winong, Selasa (4/8/2026).

Potensi Mandiri Desa

Nik menjelaskan bahwa kondisi fiskal pemerintah daerah yang belum pulih sepenuhnya memengaruhi program pembangunan desa secara langsung.”

​”Saya mohon maaf karena hampir dua tahun belum bisa membantu secara maksimal. Kondisi fiskal kita memang luar biasa,” ujar Nik.

​Kendati demikian, Nik berharap masyarakat tidak selalu mengandalkan bantuan. Ia meminta warga memaksimalkan potensi lokal.

​”Tapi saya yakin masyarakat Winong, dengan potensi yang dimiliki, tetap bisa bertahan dan berkembang,” tambahnya.

​Ia mencontohkan ketangguhan warga saat menghadapi pandemi Covid-19. Desa ini mampu melahirkan berbagai inovasi, termasuk pelayanan publik berbasis digital.

Prioritas Usulan SIPD

​Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan, turut memberikan arahan. Ia meminta pemerintah desa memprioritaskan usulan pembangunan mendesak.

​Najib mengingatkan agar pemerintah desa menyelaraskan usulan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan visi misi Bupati Pasuruan.

​Penyelarasan ini bertujuan memperbesar peluang realisasi anggaran dalam APBD.

​”Silakan masukkan usulan yang benar-benar prioritas. Insyaallah akan kami kawal bersama teman-teman DPRD, termasuk Bu Nik,” ucap Najib.

Ia pun meminta pihak desa agar segera memberi kabar begitu usulan masuk supaya DPRD bisa mengawal prosesnya.

Skala Prioritas Pembangunan

​Kepala Desa Winong, Amiril, merespons arahan tersebut secara positif. Ia menyebut Musrenbangdes sebagai wadah penting menyerap aspirasi warga.

​Desa Winong kini fokus mengembangkan potensi unggulan lokal. Sektor pertanian dan UMKM menjadi andalan penggerak ekonomi warga.

​Pemerintah desa memanfaatkan sektor tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

​”Memang ada keterbatasan sumber daya dan anggaran, sehingga kita harus menentukan skala prioritas secara terbuka,” pungkas Amiril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *