Mangrove Mati di Perairan Manyar Gresik, Komnas PPLH Duga Ada Urukan Limbah B3 untuk Reklamasi

Berita18 Dilihat

GRESIK, Tretan.News – Ratusan mangrove di kawasan pesisir Manyar, Mengare, Kabupaten Gresik, ditemukan mati dan memicu perhatian serius dari Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH). Organisasi tersebut menduga terdapat aktivitas urukan limbah B3 untuk proyek reklamasi di kawasan garis pantai Manyarejo Mengare.

Kepala Bidang Komnas PPLH, M Zainul Rosidin bersama Eko Nurhadiyanto meminta pemerintah dan dinas terkait segera memastikan legalitas proyek reklamasi yang sedang berlangsung, termasuk dampaknya terhadap kualitas perairan laut di wilayah tersebut.

“Proyek reklamasi ini sedang berjalan. Kami meminta Dinas Kelautan dan Perikanan memastikan apakah kegiatan di area garis pantai Manyarejo Mengare memiliki izin yang disyaratkan pemerintah atau tidak, termasuk dampaknya terhadap kualitas perairan,” ujar M Zainul Rosidin.

Komnas PPLH bersama jajaran bidang limbah B3 telah melakukan pemantauan langsung di lokasi. Dari hasil pantauan, ditemukan area mangrove yang mati dengan kondisi batang mengering dan berubah warna kecoklatan meski masih berdiri tegak.

Menurut Zainul Rosidin, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya dugaan penimbunan ilegal urukan limbah B3 untuk kepentingan reklamasi di kawasan pesisir Manyar Mengare.

“Kami melihat ada mangrove yang mati. Kami khawatir terdapat dugaan penimbunan ilegal urukan limbah B3 untuk reklamasi. Ini harus ditelusuri lebih lanjut, termasuk aktivitas di sepanjang garis Pantai Manyarejo Mengare yang berpotensi mengganggu ekosistem mangrove dan pesisir Gresik,” tegasnya.

Komnas PPLH mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas reklamasi di kawasan tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan pesisir semakin meluas serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *