Dari Lesehan Sederhana di Pojok Alun-Alun Sampang Warung Mas Yayak, Satukan Aparat dan Pegiat Sosial

SAMPANG | Tretan.news – Suasana sederhana namun penuh kehangatan tampak di Warung Mas Yayak yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Sampang, tepatnya di depan SMPN 1 Sampang, Jumat (22/5/2026) pagi.

Warung lesehan yang dikenal sebagai tempat favorit anak muda dan masyarakat untuk bersantai  yang menikmati waktu istirahat sambil menyeruput kopi hangat.

Tak hanya sekadar tempat ngopi, warung milik Mas Yayak tersebut juga menyediakan berbagai menu makanan khas yang cukup diminati pengunjung.

Meski tampil dengan konsep sederhana lesehan di pinggir jalan, suasana kebersamaan dan keakraban di tempat itu justru menjadi daya tarik tersendiri.

Pantauan di lokasi, terlihat sejumlah tokoh dan pegiat sosial hingga aparat turut menikmati suasana pagi di warung tersebut.

Salah satunya Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, yang tampak santai berbincang bersama beberapa rekan dan aktivis sosial.

Tidak hanya itu, Babinsa Kota Sampang, Sugeng, yang dikenal memiliki jiwa sosial tinggi, juga terlihat ikut bergabung dalam obrolan hangat tersebut.

Dari Lesehan Sederhana di Pojok Alun-Alun Sampang Warung Mas Yayak, Satukan Aparat dan Pegiat SosialMereka tampak menikmati kopi dan ice serta hidangan khas racikan Mas Yayak sambil bercengkerama penuh keakraban.

“Tempat seperti ini bukan hanya sekadar warung kopi, tapi juga menjadi ruang silaturahmi dan tempat berbagi gagasan tentang daerah,” ujar Suud Purwanto pegiat sosial saat berbincang santai di lokasi.

Obrolan ringan mereka pun mengalir membahas berbagai hal, mulai dari kondisi sosial masyarakat hingga perkembangan dan kemajuan Kabupaten Sampang di masing-masing wilayah.

Sesekali terdengar canda tawa yang membuat suasana lesehan semakin hidup dan hangat.

Kesederhanaan tempat itu tak mengurangi semangat kebersamaan di antara mereka. Duduk lesehan di atas tikar sambil menikmati kopi dan makanan ringan justru menjadi simbol kedekatan tanpa sekat.

“Yang penting bukan tempatnya mewah, tapi kebersamaan dan komunikasi tetap terjalin,” ucap Sugeng sambil tersenyum.

Menjelang waktu salat Jumat, perbincangan santai tersebut akhirnya ditutup.

Satu per satu mereka membubarkan diri dengan penuh keakraban setelah menikmati suasana pagi yang sederhana namun bermakna di Warung Mas Yayak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *