Inovasi PANENMAX Dorong Budidaya Ikan dan Udang Lebih Produktif

Berita20 Dilihat

SURABAYA, tretan.news — Di balik kebutuhan pangan yang terus meningkat, para pembudidaya ikan dan udang masih menghadapi tantangan yang sama dari waktu ke waktu.

Air sebagai ruang hidup utama bagi ikan dan udang sering menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya.

Ketika kualitas air menurun, berbagai persoalan dapat muncul, mulai dari tingginya kandungan amonia, air yang keruh, menurunnya nafsu makan, pertumbuhan yang tidak optimal, hingga meningkatnya risiko kematian.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan ikan dan udang, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha pembudidaya.

Melihat persoalan tersebut, Yayasan Jawapes Indonesia Emas melalui program Jaran Kepang (Jaringan Aksi Nasional Ketahanan Pangan) memperkenalkan NUTRISI JAWAPES PANENMAX®.

Sebuah inovasi multi enzyme organik yang dirancang untuk membantu menjaga lingkungan budidaya tetap sehat.

Menjaga Air, Menjaga Kehidupan Budidaya

Formulator NUTRISI JAWAPES PANENMAX®, Erix Kurniawan Hendrianto, menjelaskan bahwa banyak persoalan dalam budidaya berawal dari perubahan kualitas air yang sering kali tidak langsung terlihat.

Menurutnya, penumpukan limbah organik dapat memicu peningkatan amonia dan membuat kondisi air kurang ideal bagi pertumbuhan ikan maupun udang.

“Ketika limbah organik menumpuk, amonia meningkat, air menjadi keruh, dan kesehatan insang terganggu. Kondisi itu dapat memengaruhi nafsu makan serta pertumbuhan ikan dan udang,” ujar Erix, Jumat (12/6/2026).

Erix menjelaskan, PANENMAX® diformulasikan untuk membantu mengurai limbah organik, mendukung kestabilan kualitas air, serta membantu menciptakan lingkungan budidaya yang lebih baik.

Menurut dia, kualitas air yang terjaga menjadi salah satu fondasi penting agar proses pertumbuhan ikan dan udang berjalan lebih optimal.

Ketahanan Pangan Tidak Lepas dari Sektor Perikanan

Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA, mengatakan sektor perikanan memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya berbicara tentang sektor pertanian, tetapi juga mencakup potensi besar dari perikanan.

“Perikanan memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan. Karena itu, kami menghadirkan inovasi yang dapat membantu pembudidaya meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas hasil budidaya,” ujar Rizal.

Rizal menambahkan, program Jaran Kepang dirancang sebagai gerakan yang menghadirkan solusi langsung kepada masyarakat.

Bukan sekadar gagasan, tetapi upaya untuk membantu pembudidaya menghadapi persoalan yang mereka temui dalam aktivitas sehari-hari.

Inovasi yang Berangkat dari Persoalan Lapangan

Rizal menjelaskan, pembudidaya membutuhkan pendekatan yang mudah diterapkan dan mampu membantu meningkatkan efisiensi produksi.

“Pembudidaya membutuhkan solusi yang efektif dan mudah diaplikasikan. Ketika kualitas air terjaga, risiko kematian dapat ditekan dan peluang hasil panen yang lebih baik semakin terbuka,” katanya.

Melalui NUTRISI JAWAPES PANENMAX®, inovasi ini dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan budidaya, termasuk membantu menjaga kestabilan pH, mengurangi kekeruhan air, serta membantu proses penguraian limbah organik.

Dengan lingkungan budidaya yang lebih terjaga, pembudidaya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ikan dan udang, baik pada budidaya air tawar maupun air laut.

Dari Air Berkualitas Menuju Panen Berkualitas

Bagi dunia budidaya, keberhasilan panen tidak hanya ditentukan ketika ikan atau udang siap dipanen.

Proses panjang dimulai dari bagaimana pembudidaya menjaga ekosistem air sebagai tempat hidup utama.

Melalui inovasi dan pendampingan yang terus berkembang, upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dimulai dari hal paling dasar, menjaga kualitas sumber kehidupan.

“Dari Air Berkualitas, Menuju Panen Berkualitas.”

Sebuah pesan sederhana yang mengingatkan bahwa panen yang baik selalu berawal dari lingkungan budidaya yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *