PASURUAN, TRETAN.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan mendukung rencana relokasi Balai Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.
Dukungan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 di kawasan Lumbung Pangan Nusantara, Rabu (29/7/2026).
Gedung Balai Desa Kejapanan saat ini dinilai kurang representatif untuk menunjang pelayanan publik.
Kapasitas bangunan dan area parkir balai desa tidak lagi mampu menampung aktivitas masyarakat.
Alasan Utama Relokasi Balai Desa
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, menyebut relokasi balai desa sudah menjadi kebutuhan mendesak.
”Saya melihat Kejapanan sudah waktunya pindah balai desa. Tempat yang lama kurang representatif dan parkirnya sulit,” ujar Samsul.
Ia menyetujui opsi pemindahan balai desa ke kawasan Lumbung Pangan Nusantara karena lahannya luas dan dekat jalan raya.
Samsul menegaskan pihak legislatif siap mengawal penganggaran pembangunan gedung baru tersebut secara bertahap.
”Kami akan bantu mencari peluang dari berbagai pos anggaran. Tidak bisa seketika, harus bertahap,” tegasnya.
Melayani 25 Ribu Penduduk
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti, turut menguatkan pentingnya pemindahan fasilitas umum tersebut.
Nik menilai gedung lama tak lagi memadai untuk melayani Desa Kejapanan yang berpenduduk sekitar 25 ribu jiwa.
”Saya mendukung perpindahan balai desa. Tanah kas desa di Kejapanan masih tersedia untuk bangunan yang lebih layak,” kata Nik.
Nik mengusulkan bangunan lama dialihkan untuk mendukung area parkir wisata religi Makam Ki Ageng Penanggungan serta UMKM warga.
Tanggapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Randi menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbangdes sengaja digelar di Lumbung Pangan Nusantara akibat keterbatasan tempat di gedung lama.
”Hari ini Musrenbangdes kami laksanakan di Lumbung Pangan karena parkir balai desa sangat terbatas,” ungkap Randi.
Ia optimistis pembangunan balai desa baru terwujud melalui kolaborasi anggaran pemerintah daerah dan lintas pemangku kepentingan.
”Dengan dukungan Pak Samsul dan Bu Nik, kami makin yakin rencana ini terwujud,” pungkas Randi.







