Kecelakaan Maut di Sampang, Ibu Tewas dan Balita Dirujuk ke RS

Berita, Peristiwa195 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan dua truk terjadi di Jalan Raya Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 12.00 wib.

Seorang ibu rumah tangga meninggal dunia di Puskesmas Kedungdung, sementara balitanya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban meninggal diketahui bernama Muizah, warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal.

Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi M 3495 NV dari arah utara ke selatan sambil menggendong anak balitanya.

Kecelakaan tersebut juga melibatkan truk bermuatan kursi plastik bernomor polisi L 8653 CL yang dikemudikan Slamet Waluyo, warga Surabaya, serta dump truk bermuatan pasir bernomor polisi D 9078 VD yang dikemudikan Abdul Aziz, warga Desa Gunung Eleh.

 

Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, Membenarkan adanya insiden itu pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.

Saat petugas tiba, Muizah dan anaknya telah dievakuasi ke Puskesmas Kedungdung.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah limpahkan perkara ini ke unit laka Polres sampang mas,” Ungkapnya.

Sementara Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta memeriksa kedua pengemudi truk yang terlibat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sampang, Nasrun, mengatakan penyelidikan masih berlangsung.

“Masih proses penyelidikan, untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Selebihnya bisa langsung ke Kasi Humas Polres Sampang,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini kepada korban laka lantas yang mengakibatkan meninggal dunia.

Menurut AKP Eko Puji Waluyo , sepeda motor yang dikendarai Muizah dan truk Ekspedisi bermuatan kursi plastik melaju dari arah yang sama, yakni utara ke selatan.

Ia juga menjelaskan Setibanya di lokasi yang merupakan jalan menikung dan menanjak, truk ekspedisi bermuatan kursi plastik berjalan sangat pelan.

Sepeda motor saat hendak menyalip ada dumtruk sebelah arah berlawanan kemudian menabrak bagian kanan belakang truk hingga pengendaranya terjatuh dan terpental ke sisi kanan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas dump truk bermuatan pasir.

“Itu nabrak sebelah kanan truk. Setelah itu terjatuh dan terpental ke kanan jalan.

Karena posisi berkecepatan tinggi tak terhindar meskipun banting setir ke sebelah kiri dan mengena kepada dump truk bermuatan pasir, meskipun sopir mencoba menghindari hingga menabrak pohon,” ujar.

Akibat kecelakaan tersebut, Muizah mengalami luka berat di bagian kepala, patah tulang, serta luka serius lainnya. Ia bersama anaknya langsung dilarikan ke Puskesmas Kedungdung.

Polisi kemudian berupaya menghubungi keluarga korban untuk memberitahukan peristiwa tersebut.

Menurut AKP Eko Puji Waluyo, semula kedua korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit. Namun, kondisi Muizah semakin kritis dan akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Kedungdung.

“Rencana keduanya mau dirujuk semua. Namun saat mau diberangkatkan, ibunya kritis dan meninggal di Puskesmas Kedungdung, sedangkan anaknya lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Sampang,” katanya.

Setelah proses penanganan medis selesai, jenazah Muizah dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Rancak menggunakan ambulans Puskesmas Kedungdung untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Selain memeriksa kedua sopir, polisi juga mengamankan dua kendaraan truk yang terlibat sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *