Ratusan Warga Gelar Selamatan Jenang Sengkala di Pandaan

Berita, Budaya245 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Ratusan warga dan budayawan menggelar Selamatan Jenang Sengkala di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Pasuruan.

​Kegiatan pada Minggu (12/7/2026) ini bertujuan mendoakan korban kecelakaan.

​Warga juga memohon keselamatan bagi pengguna jalan yang melintas.

​Kawasan Simpang Empat Patung Sapi selama ini terkenal sebagai jalur rawan kecelakaan.

​Acara inisiasi Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur ini mendapat dukungan penuh Forkopimcam Pandaan.

​Masyarakat bahkan datang membawa jenang sengkala buatan sendiri sejak pagi hari.

​Rekayasa Arus Lalu Lintas

​Polsek Pandaan menerapkan sistem contraflow sekitar pukul 09.00 WIB demi menjaga ketertiban arus lalu lintas.

​Peserta kemudian menggelar tahlil, memanjatkan doa, dan menaburkan bunga di tengah simpang jalan.

​Setelah prosesi selesai, panitia membagikan jenang sengkala kepada para pengguna jalan.

​Ketua FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menyebut aksi ini sebagai bentuk ikhtiar budaya.

​”Kegiatan ini juga bertepatan dengan tujuh hari meninggalnya empat korban kecelakaan maut yang terjadi pada 7 Juli 2026 lalu,” ujar Ki Bagong.

​Selain itu, ritual ini juga ditujukan untuk mendoakan leluhur desa, Mbah Putri Nawangsari.

​Pihak FPK turut mendorong pembuatan tari khusus guna melestarikan sejarah Mbah Putri Nawangsari.

​”Tarian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari berbagai agenda budaya di Tawangrejo maupun Kecamatan Pandaan,” jelasnya.

​Camat Surati BBPJN

​Camat Pandaan Timbul Wijoyo mengapresiasi tinggi tingginya antusiasme warga yang hadir dalam doa bersama tersebut.

​”Ini bagian dari ikhtiar agar tidak ada lagi kecelakaan lalu lintas di Pandaan, khususnya di Simpang Empat Patung Sapi,” kata Timbul.

​Pemerintah Kecamatan Pandaan bergerak cepat menindaklanjuti keluhan terkait keselamatan di simpang jalan tersebut.

​Pihaknya segera mengirimkan surat resmi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

​Surat tersebut bertujuan meminta BBPJN segera melakukan kajian teknis di jalur rawan itu.

​”Apakah simpang ini perlu ditutup atau ada penanganan lain, nanti hasil kajian teknis yang menentukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *