MALANG, Tretan.News – Pemasangan backdrop foto Bupati Malang Sanusi bersanding dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Budiar dalam acara halal bihalal yang di selenggarakan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan beberapa waktu lalu menuai kritikan keras dari elit politik Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Kabupaten Malang.
Sebab pemasangan backdrop tersebut tidak terpampang foto Wakil Bupati malang Lathifah Shohib yang merupakan kader PKB.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H. Kholiq menyatakan bahwa PKB memprotes keras terhadap kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang diselenggarakan Perumda Tirta Kanjuruhan, sebab dalam backdrop acara tersebut hanya menampilkan foto Bupati Malang H Sanusi bersama Sekda Kabupaten Malang Budiar, dan tidak memasang foto Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib
“Itu bukan semata kekeliruan teknis, melainkan bentuk kelalaian serius yang mencederai etika pemerintahan atau etik birokrasi dan tata kelola kelembagaan Pemkab Malang,” ucapnya.
Kholiq menegaskan dalam sistem pemerintahan daerah, kedudukan Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan mandat politik yang tidak dapat dipisahkan dalam representasi kegiatan resmi apapun.
“Ini bukan hal sepele. Menampilkan foto Bupati dan Sekda tanpa Wakil Bupati dalam forum resmi itu bentuk pengabaian terhadap legitimasi demokrasi. Itu berbahaya jika dibiarkan, karena bisa menimbulkan persepsi publik yang keliru,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan, Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang Abdulloh Satar.
Menurut Satar, peristiwa tidak disertakannya foto Wabup Lathifah Shohib merupakan tindakan yang tidak pantas dan dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Malang.
“Bupati Malang dan Wakil Bupati itu merupakan satu kesatuan pimpinan daerah yang terpilih secara sah dan konstitusional melalui Pilkada Kabupaten Malang tahun 2024,” katanya.
“Kami tidak keberatan apabila ada gambar sekda, tetapi gambar bupati dan wakil bupati itu harus dipasang. Kalau kemarin kita lihat sejajar ya, sebelah kanan Bapak Bupati, sebelah kiri Pak Sekda. Ini kan nggak elok. Padahal sekda itu sendiri merupakan bagian dari bawahan bupati,” pungkasnya.







