Mahasiswa ISTTS Borong Juara di Flutter Fusion Competition 2026, Bukti Arek Suroboyo Tak Kaleng-Kaleng

Berita32 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News – Kabar membanggakan datang dari kampus Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS). Mahasiswa kampus teknologi ini sukses memborong dua penghargaan bergengsi di ajang Flutter Fusion Competition 2026.

Kompetisi pengembangan aplikasi tingkat nasional ini digelar oleh GDG Surabaya dan Flutter Surabaya. Ajang ini jadi panggung adu inovasi para developer muda dari berbagai kampus di Indonesia.

Tak main-main, dewan jurinya juga kelas dunia. Ada Sidiq Permana (Co-Founder & CIO BBS.DEV, Google Developer Expert Android) serta Joshua de Guzman (Senior Software Engineer & Flutter GDE Filipina). Penilaian dilakukan dari sisi inovasi, fungsi, teknologi, hingga dampak sosial aplikasi.

Dua Tim ISTTS Naik Podium

Dua tim dari ISTTS berhasil mencuri perhatian juri.

🥈 Juara 2 — “Teman Keluarga”

Tim: Alexander Erick, Kevin Jonathan Halim, Jenny Elizabeth Alim

Aplikasi ini jadi solusi manajemen kesehatan lansia yang dikemas inklusif dan hangat. Fitur andalannya mulai dari Medication Reminder, gamifikasi aktivitas harian, SOS Button, Memory Book, Family Chat Room, sampai Friend with AI.

Singkatnya, aplikasi ini membantu keluarga tetap terhubung dan memberi perhatian lebih bermakna kepada orang tua.

🥉 Juara 3 — “Belajar Bareng App”

Tim: Given Lee, Adeltrudo Donal

Aplikasi ini merupakan Learning Management System (LMS) modern. Fiturnya lengkap: Multi Role Authentication, manajemen akademik, materi pembelajaran, tugas dan kuis, AI-powered Quiz berbasis Gemini, hingga Real-Time GPS Tracking.

Tujuannya jelas, bikin proses belajar makin efektif, terstruktur, dan adaptif dengan teknologi AI.

Daftar Juara Lain

Selain ISTTS, kampus lain juga menunjukkan taringnya:

🥇 Juara 1 — “Pemburu Biji” (UNESA)

🥈 Juara Harapan 1 — “YesKing” (ITB Widyagama Lumajang)

🥉 Juara Harapan 2 — “Pengen Menang Pliz” (PENS)

Menariknya, karya juara pertama bertajuk “NantiFit” menghadirkan solusi kesehatan berbasis Artificial Intelligence dan cloud computing. Aplikasi ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, dengan fitur seperti Smart Nutrition Tracking, Scan Food berbasis multi-layer AI, Exercise Counter berbasis Computer Vision, hingga Personalized Planning & Advisor.

Bukti Talenta Digital Surabaya Nggak Main-Main

Digelarnya kompetisi ini oleh komunitas developer seperti GDG Surabaya dan Flutter Surabaya jadi bukti nyata bahwa ekosistem digital di Surabaya terus tumbuh.

Prestasi mahasiswa ISTTS pun menegaskan satu hal: talenta muda Surabaya siap bersaing di level nasional, bahkan internasional.

Bukan cuma jago ngoding, tapi juga mampu menghadirkan solusi berdampak sosial lewat teknologi.

Arek-arek iki pancen ora kaleng-kaleng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *