Viral Iuran Listrik, Warga Sebut Kesepakatan Sudah Transparan, 400 Jiwa Kini Nikmati Listrik Normal

Berita, Sosial51 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news — Polemik terkait iuran pemasangan tiang dan travo listrik di Dusun Baraalah, Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan langsung dari masyarakat setempat. Warga kompak menyatakan tidak keberatan atas hasil musyawarah yang telah disepakati bersama sejak awal pelaksanaan program listrik tersebut.

Program pemasangan jaringan listrik itu bermula dari keluhan masyarakat akibat voltase listrik yang kerap turun dan tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan peralatan elektronik milik warga sering mengalami kerusakan hingga harus mengeluarkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Melihat kondisi itu, masyarakat bersama perangkat desa menggelar musyawarah untuk mencari solusi. Pertemuan tersebut berlangsung pada 7 Desember 2025 dengan menghasilkan kesepakatan iuran sebesar Rp300 ribu per rumah untuk mendukung pemasangan tiang listrik dan kebutuhan administrasi jaringan listrik baru.

Pelaksanaan program kemudian berjalan sekitar dua bulan setelah musyawarah dilakukan. Sebanyak 60 tiang listrik dipasang untuk menjangkau kurang lebih 100 rumah warga di Dusun Baraalah.

Selain itu, dalam proses pemasangan travo dan jaringan baru, pihak PLN disebut mensyaratkan minimal terdapat 10 pemasangan meteran baru di wilayah yang akan dipasang jaringan listrik tambahan.

Dana hasil kesepakatan Rp300 ribu tersebut, menurut warga, juga digunakan untuk kebutuhan pembelian meteran listrik baru. Bahkan, sebagian masyarakat disebut tidak membayar penuh karena mempertimbangkan kondisi ekonomi warga setempat.

Pemasangan travo akhirnya terealisasi pada 29 April 2026. Dampaknya kini dirasakan luas oleh masyarakat. Sedikitnya sekitar 400 jiwa disebut telah menikmati aliran listrik yang lebih normal dan stabil dibanding sebelumnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Nurul Yaqin, mengaku bersyukur atas terealisasinya pemasangan travo dan tiang listrik tersebut. Ia menilai manfaatnya sangat besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami persoalan listrik tidak stabil.

“Coba bayangkan, sekitar 400 jiwa sekarang sudah bisa merasakan listrik normal dan terang. Puluhan tahun baru sekarang bisa terealisasi. Masa setelah masyarakat nyaman dan aman malah mau diobok-obok,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah merasa keberatan dengan hasil kesepakatan yang telah dibahas bersama sejak awal. Menurutnya, seluruh mekanisme dan penggunaan dana sudah dijelaskan secara rinci di hadapan warga dan perangkat desa.

“Dari awal sudah dijelaskan secara terbuka saat musyawarah. Bahkan pihak desa juga hadir dan menyaksikan langsung kesepakatan itu,” tambahnya.

Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial, sejumlah warga bahkan menyatakan siap mengawal pihak desa apabila persoalan tersebut terus dipermasalahkan dan dibawa ke ranah hukum maupun instansi tertentu.

“Masyarakat siap ikut mengawal dan mendukung desa kalau persoalan ini terus dibesar-besarkan. Karena faktanya warga di sini menikmati manfaatnya,” ungkap salah satu warga saat pertemuan berlangsung.

Viral Iuran Listrik, Warga Sebut Kesepakatan Sudah Transparan, 400 Jiwa Kini Nikmati Listrik Normal (Mam)

Tidak hanya itu, warga juga berencana membuat aduan resmi kepada pihak berwajib untuk mengetahui siapa pihak yang merasa keberatan atas kesepakatan tersebut. Sebab, menurut masyarakat, seluruh proses sejak awal telah dilakukan secara transparan melalui musyawarah bersama.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Bajrasokah melalui Sekretaris Desa, Hermansyah, menyampaikan bahwa pemerintah desa sejak awal hanya berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat terkait persoalan listrik yang selama ini dikeluhkan warga.

Menurut Hermansyah, seluruh proses pemasangan jaringan listrik dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat dan dibahas secara terbuka melalui musyawarah desa.

“Pemerintah desa hanya memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Semua keputusan berasal dari hasil kesepakatan bersama warga dan sudah disampaikan secara terbuka sejak awal,” jelas Hermansyah.

Ia berharap polemik yang berkembang di media sosial tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih program tersebut kini sudah dirasakan manfaatnya oleh ratusan warga di Dusun Baraalah.

“Yang terpenting saat ini masyarakat sudah menikmati listrik yang lebih baik dan stabil. Semoga kondisi ini tetap kondusif dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah warga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *