Tiga Fakta Menarik Kegigihan Sosok Inspiratif Cawapres Mahfud MD yang Patut Diteladani, dari Santri Hingga Politisi

Politik902 Dilihat

JAKARTA, tretan.news – Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., atau yang biasa disapa akrab dengan nama Mahfud MD merupakan Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 memdatang.

Mahfud MD lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 13 Mei 1957 silam, dari pernikahan Mahmodin dengan sang istri, Suti Khadidjah.

Sosok Cawapres Mahfud MD bisa dibilang memulai perjalanan hidupnya dari nol atau dari bawah. Kisah perjuangannya dalam menempuh pendidikan hingga langkah-langkah perjalanan kariernya patut dijadikan sebagai inspirasi.

Dilansir dari SINDOnews.com, berikut beberapa fakta inspiratif mengenai kegigihan sosok Mahfud MD yang patut diteladani.

1. Riwayat Karier Pendidikan Cermerlang

Dari segi riwayat pendidikan, jauh sebelum menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) dan jurusan Sastra Arab di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Mahfud MD mengawali perjalanan pendidikannya menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Mardliyyah, Waru, Pamekasan, Madura.

Mahfud MD tumbuh besar di Pondok Pesantren tersebut yang memiliki keterkaitan kultural dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Lingkungan di Ponpes inilah yang membentuk latar belakang Kenahdlatul ulamaan Mahfud MD.

Dimasa perkuliahannya, Mahfud MD aktif menulis artikel untuk diterbitkan di surat kabar umum sebagai upaya untuk membantu dan mendukung biaya pendidikannya. Ia juga berhasil meraih berbagai beasiswa, diantaranya beasiswa Rektor UII, beasiswa Yayasan Dharma Siswa Madura, dan beasiswa Yayasan Supersemar.

Setelah menyelesaikan program sarjana, Mahfud melanjutkan pendidikan pacasarjana di UGM, dengan mengambil Magister Ilmu Politik. Ia kemudian melanjutkan studi Doktor dengan fokus pada Ilmu Hukum Tata Negara, yang ia berhasil diselesaikannya pada tahun 1993.

Kipranya sebagai akademisi tidak berhenti sampai disitu. Mahfud menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum UII, dimulai dari jabatannya sebagai asisten ahli, dan kemudian Mahfud juga menjadi lektor madya.

Pencapaiannya sebagai lektor madya di UII melebihi banyak dosen dan senior-seniornya di lingkungan tersebut. Mahfud akhirnya berhasil menjadi guru besar Hukum Tata Negara di UII, setelah 12 tahun berkontribusi di sana.

2. Eksplorasi Konsep Trias Politica

Pengalaman Mahfud MD dibidang politik sangatlah luar biasa. Ia berhasil mengeksplorasi konsep trias politica dalam kariernya. Suatu pencapaian yang langka bahkan dalam skala internasional. Awalnya, Mahfud MD memulai kariernya di pemerintahan sebagai Mentri Pertahanan pada masa pemerintahan Gus Dur  dari tahun 2000 hingga 2001.

Setelah itu, ia melanjutkan karier politiknya dengan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada pemilu 2024. Ia menjabat sebagai anggota di Komisi III dan menjadi wakil ketua Badan Legislatif hingga tahun 2008.

Setelah berkarier didunia eksekutif dan legislatif, pada tahun 2008, Mahfud MD menjajaki dunia yudikatif. Dimana ia menjadi Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga tahun 2013.

Selang beberapa tahun kemudian, Mahfud kembali ke eksekutif di era pemerintahan Presiden Jokowi. Ia ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sejak 2019 hingga saat ini.

3. Tidak Pernah Takut Berbicara

Mahfud MD juga terkenal sebagai sosok yang berani menghadapi berbagai kasus hukum yang rumit. Reputasi Mahfud MD sudah terkenal ke penjuru Indonesia. Dari tokoh individu, hingga kelompok masyarakat adat, tidak ada yang tidak mengenal sosok Mahfud MD sebagai politisi yang berani.

Bahkan, Mahfud MD berhasil menerima gelar adat “Ane Elake Imi Kereke Mimise Kai Kele Kuru Kai Aramauke Tamata Bokala Mei Maluku” yang berarti “Pemimpin Besar yang Jujur dan Berani, Pelindung Masyarakat Maluku,” pada Sabtu (28/10/2023).

Beberapa tokoh juga kerap kali menyebutkan Mahfud MD sebagai pribadi yang berjiwa ksatria dan jujur. Jenderal (Purn) AM Hendropriyono contohnya, yang menyebut Mahfud sebagai sosok yang pandai, bijaksana, jujur dan pemberani.

Hendropriyono mengutarakan hal tersebut saat hadir dalam acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Taman Arum Udumbara, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/10/2023).

Kini, Mahfud MD tengah berjuang menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Beragam kisah perjuangan, dan jenjang karier, hingga karakternya menunjukkan bahwa ia memang pantas mendapatkan posisi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *