Pemkab Pasuruan Bangun Talang Irigasi Bulusari Senilai Rp284 Juta

Berita, Daerah202 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mengalokasikan Rp284.668.757 untuk merehabilitasi talang irigasi di Dusun Sumberpandan.

​Pekerja mulai membangun infrastruktur sepanjang 20-25 meter tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

​Proyek ini mengakhiri penantian panjang para petani di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

​Mereka sebelumnya gagal panen dan tidak bisa menggarap sawah selama dua tahun terakhir.

​Putusnya aliran air irigasi menjadi penyebab utama berhentinya aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Pemulihan Lahan Pertanian

​Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati, meninjau langsung lokasi pembangunan talang irigasi.

​“Selama dua tahun petani tidak bisa bercocok tanam karena saluran irigasi terputus,” ujar Siti.

​Siti berharap aliran air kembali normal usai pekerja menyelesaikan bangunan talang tersebut.

​“Kami berharap setelah talang ini selesai, aliran air bisa kembali normal sehingga petani dapat menanam padi lagi,” tambahnya.

​Kerusakan saluran irigasi ini sebelumnya membawa dampak luas ke berbagai wilayah pertanian.

​Lahan produktif di Karangjambe, Blimbing, hingga Jatipentongan sempat kehilangan pasokan air secara total.

Pengawalan Aspirasi Warga

​Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah sebelumnya sempat menunda rencana pembangunan talang air.

​Namun, pemerintah desa terus mengawal aspirasi masyarakat hingga pembangunan terealisasi pada tahun ini.

​Siti mengapresiasi dukungan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat.

​Samsul turut mengawal aspirasi warga terkait pemenuhan kebutuhan infrastruktur pertanian di Gempol.

​“Alhamdulillah, setelah melalui proses dan pengawalan aspirasi, pembangunan akhirnya bisa dimulai,” kata Siti.

​Ia menegaskan keberadaan fasilitas irigasi ini sangat menentukan kelangsungan hidup para petani.

​“Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar bisa mengembalikan fungsi irigasi seperti semula,” tegasnya.

​Siti berkomitmen mengawasi pengerjaan agar air mengalir optimal dan proyek tepat sasaran.

​“Ini bukan hanya soal talang, tetapi soal nasib petani,” pungkas Siti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *