Sambut Tahun Baru Islam, Santri MD Mambaul Hidayah Disampang Keliling Kampung Bawa Obor, Ini Tujuan nya

Berita, Religi137 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news — Suasana malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius.

Puluhan santriwan dan santriwati Madrasah Diniyah (MD) Mambaul Hidayah, Sumber Penang, memadati jalan kampung dengan menggelar pawai obor pada Minggu malam.

Pantauan awak media di lokasi, para santri tampak berbaris rapi mengenakan pakaian serba putih sambil membawa obor tradisional yang terbuat dari bambu dan sumbu kain.

Cahaya obor yang menyala terang menghiasi sepanjang jalan desa, menciptakan suasana sakral sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Dengan dipandu para guru pengajar, Puluhan peserta pawai berjalan mengelilingi kampung sambil melantunkan sholawat Burdah secara bersama-sama.

Lantunan sholawat yang menggema di sepanjang perjalanan menambah suasana malam Muharam semakin syahdu dan religius.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi bentuk syiar keagamaan serta ajakan kepada masyarakat agar memperbanyak ibadah dan amal saleh di bulan Muharam.

Imam Sanusi selaku guru pengajar di MD Mambaul Hidayah mengatakan, tradisi pawai obor sambil membaca sholawat Burdah.

Dipercaya masyarakat memiliki banyak makna positif, salah satunya sebagai bentuk doa agar dijauhkan dari berbagai musibah dan penyakit. Dan kegiatan ini rutin setiap tahun dan sudah berjalan selama 7 tahun.

 

“Keliling kampung sambil membawa obor dan membaca sholawat Burdah ini dipercaya sebagai doa tolak balak.

Semoga masyarakat dijauhkan dari penyakit, diberi keselamatan dunia akhirat, dan mendapat keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri sekaligus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Menurutnya, masyarakat dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, serta berbagai kegiatan positif lainnya selama bulan Muharam.

Salah satu amalan yang dianjurkan yakni membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang baik sebelum membacanya.

“Niat Yasin pertama untuk memohon kesehatan dan umur panjang, yang kedua agar ditambah iman dan takwa kepada Allah SWT, sedangkan yang ketiga memohon rezeki yang halal, melimpah, dan penuh keberkahan serta keselamatan dunia akhirat,” terang Imam Sanusi.

Ia menambahkan, bulan Muharam dipercaya sebagai awal pergantian catatan amal manusia selama satu tahun.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjalankan puasa sunnah agar perjalanan hidup di tahun baru Islam dipenuhi keberkahan.

“Di bulan Muharam ini kita harus meningkatkan amal dan perbuatan baik. Semoga selama satu tahun ke depan seluruh amal ibadah kita menjadi lebih baik dan diterima Allah SWT,” tambahnya.

Kegiatan pawai obor tersebut juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.

Warga terlihat memadati pinggir jalan untuk menyaksikan iring-iringan para santri yang berjalan tertib sambil membawa obor dan melantunkan sholawat.

Tradisi pawai obor seperti ini rutin digelar masyarakat setempat setiap malam pergantian Tahun Baru Islam sebagai bentuk pelestarian budaya religi sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *