PASURUAN, TRETAN.news – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, mendorong percepatan penataan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (13/10/2026).
Langkah tersebut bertujuan memulihkan aktivitas ekonomi pedagang pascakebakaran yang meludeskan ratusan kios pada 26 September 2026.
DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan langkah penanganan terpadu, termasuk alokasi anggaran dan pelibatan perusahaan sekitar melalui program tanggung jawab sosial.
DLH Bersihkan Puing Pasar
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengawali pemulihan dengan membersihkan sisa material kebakaran pada Selasa (13/10/2026).
Petugas mengerahkan enam unit truk sampah dan satu alat berat bego loader guna mempercepat pengangkutan material sisa kebakaran.
Pengurus Paguyuban Pasar Kepulungan, Supaat, menyatakan pihaknya menggandeng DLH demi menuntaskan pembersihan area dagang secepat mungkin.
“Targetnya, hari ini seluruh puing sisa kebakaran sudah terangkut, sehingga aktivitas pasar bisa dimulai kembali,” ujar Supaat.
Kaji Pemanfaatan Dana BTT
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, meninjau langsung pembersihan tersebut dan memastikan koordinasi intensif bersama organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Samsul, peninjauan ini menindaklanjuti pertemuan Bupati Pasuruan dengan aparatur desa, pengelola pasar, dan perwakilan masyarakat terdampak.
“Penanganan Pasar Kepulungan akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” kata Samsul di lokasi peninjauan.
Ia berharap pemerintah daerah merealisasikan penataan fisik tahun ini karena dokumen kajian teknis telah menyatakan kelayakan lokasi.
“Salah satu opsi penanganan tahap awal adalah pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” ungkap Samsul.
Dana BTT rencananya menyasar perbaikan fisik dasar fasilitas pasar, mencakup penyediaan lapak darurat serta atap pelindung pedagang.
Pemerintah daerah juga mendata dan memetakan tingkat kerusakan fisik lapak guna mengukur kebutuhan anggaran secara akurat.
Libatkan Dana CSR Perusahaan
Selain anggaran daerah, DPRD mendorong perusahaan di sekitar kawasan pasar menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL.
“Perusahaan-perusahaan di sekitar pasar diharapkan ikut berkontribusi melalui dana CSR atau TJSL, sehingga penataan Pasar Kepulungan bisa berjalan lebih optimal,” ujar Samsul.
Pemerintah daerah melibatkan Bapprida Pasuruan guna memetakan kebutuhan bantuan renovasi lewat sistem digital dasbor TJSL.
“Kami tidak ingin penanganan Pasar Kepulungan berhenti hanya pada pembersihan puing-puing,” tegas Samsul.
Ia mendesak seluruh pihak melahirkan langkah konkret agar para pedagang segera memperoleh kepastian tempat usaha.
“Prinsipnya, kami mendorong agar penataan ini tidak berlarut-larut. Yang terpenting, pedagang terdampak mendapatkan kepastian mengenai langkah pemulihan pasar,” imbuhnya.
DPRD Pasuruan berkomitmen mengawal ketat perencanaan serta realisasi anggaran agar pemulihan pasar berjalan sesuai aturan hukum.







