Warga Khawatir Banjir, Proyek Drainase U-Ditch Gempol Akhirnya Disesuaikan

Infrastruktur302 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Jawa Timur akhirnya menyesuaikan desain proyek drainase U-Ditch di Desa Gempol, Pasuruan.

​Kesepakatan ini terjadi dalam sosialisasi di Pendopo Balai Desa Gempol pada Jumat (7/8/2026).

​Langkah ini BBJN ambil setelah warga melayangkan protes. Warga khawatir desain awal justru memperparah genangan air di kawasan permukiman saat hujan.

​Sosialisasi ini sempat memicu perdebatan alot. Warga Dusun Tanjung meminta pelaksana proyek memprioritaskan pembenahan saluran sisi timur terlebih dahulu.

​Sepakati Jalan Tengah

​Mereka mendesak agar aliran air menuju Kali Mati tidak terganggu. Akhirnya, warga dan pihak pelaksana proyek menyepakati sebuah jalan tengah.

​Volume pekerjaan drainase di sisi barat akan BBJN kurangi. Mereka mengalihkan anggaran tersebut untuk membenahi saluran wilayah timur.

​Targetnya, saluran air di wilayah timur dapat tersambung sepenuhnya hingga ke outlet utama.

​Perwakilan BBJN Jawa Timur, Sofyan, membenarkan adanya perubahan desain tersebut. Ia menyebut timnya mengakomodasi masukan dari warga terdampak.

​“Dari masukan warga, kami coba koordinasi dengan pimpinan untuk mengakomodasi usulan tersebut. Jadi kemungkinan ada penyesuaian lagi terhadap desain,” ujar Sofyan.

​Targetkan Saluran Sampai Outlet

​Sofyan menjelaskan, rencana awal pekerjaan mencakup 375 meter sisi kiri dan 450 meter sisi kanan. Namun, kondisinya ternyata berbeda.

​“Tapi ternyata ada saluran yang belum sampai outlet. Jadi ini kami coba akomodasi supaya sampai ke outlet,” jelas Sofyan kepada warga.

​Ia menambahkan bahwa perubahan desain ini akan menunda waktu pelaksanaan. Tim BBJN harus menghitung ulang keseluruhan volume proyek.

​“Pasti ada penundaan karena memang kami harus menghitung ulang. Seperti itu penyesuaian tadi,” katanya menegaskan.

​Pemdes Dukung Aspirasi Warga

​Kepala Desa Gempol, Ahmad Dwi Setiyono, memastikan pemerintah desa selalu menampung aspirasi warganya. Keinginan warga sejalan dengan visi desa.

​“Alhamdulillah, tadi atas masukan-masukan warga, akhirnya pembangunan tetap dilaksanakan, tetapi volumenya dipotong dan dialihkan,” ujar Dwi.

​Dwi menegaskan pengurangan volume di sisi barat bukan berarti proyek terhenti. Pelaksana hanya mengalihkan pekerjaan ke titik yang lebih mendesak.

​“Pengurangan dialihkan. Alhamdulillah kita tetap membenahi dan menampung aspirasi warga untuk kebaikan bersama,” tegas sang Kepala Desa.

​Ia berharap pembenahan drainase ini sukses mengurangi genangan air. Target utamanya adalah melancarkan aliran air di Dusun Tanjung.

​“Harapan kami satu, untuk mengurangi dampak banjir di musim penghujan. Intinya kelancaran air, termasuk luapan dari Sungai Werati,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *