PT Hokkan Deltapack Buka 150 Lowongan Kerja di Pasuruan

Bisnis, Infrastruktur396 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – PT Hokkan Deltapack akan segera memulai operasional di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

​Perusahaan kemasan dan air minum ini menyiapkan sekitar 150 lowongan pekerjaan.

​Manajemen berjanji memprioritaskan warga lokal untuk mengisi posisi tersebut.

​General Manager PT Hokkan Deltapack, Janner P. Simanjuntak, menyampaikan hal ini secara langsung.

​Ia berbicara saat konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Balai Desa Sumbersuko, Jumat (4/9/2026).

​”Target kami secepatnya bisa beroperasi. Kalau sudah beroperasi, setidaknya membutuhkan sekitar 150 karyawan,” ujar Janner.

​”Itu kami prioritaskan warga sekitar dulu,” tambahnya.

Prioritas Warga Lokal

​Janner menilai perekrutan warga sekitar memberikan efisiensi bagi operasional perusahaan.

​”Karyawan akan kami prioritaskan warga sekitar karena dari jarak, jelas lebih efisien,” jelasnya.

​Warga Sumbersuko menyambut positif rencana investasi pabrik baru ini.

​Ismail, warga setempat, berharap kesempatan kerja bagi masyarakat lokal terbuka lebar.

​Warga juga meminta perusahaan melanjutkan bantuan pasokan air bersih untuk masjid desa.

​Janner merespons positif permintaan warga tersebut dan siap melanjutkan kerja sama.

​”Air untuk kebutuhan masjid, akan kami suplai. Menurut kami, apa yang bisa kami upayakan, pasti kami upayakan,” tegasnya.

​”Apa yang sudah terjalin baik, tentu kami lanjutkan,” imbuh Janner.

Harapan Ekonomi dan Syarat Lingkungan

​Kepala Desa Sumbersuko, Saiful Maarif, berharap perusahaan mendorong perputaran ekonomi warga desa.

​”Semoga apa yang kita cita-citakan ke depan menjadi lebih baik. Perputaran perekonomian warga bisa berjalan lancar kembali,” tuturnya.

​Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengingatkan komitmen lingkungan.

​Kepala DLH Pasuruan, Mohammad Nur Kholis, menegaskan pentingnya pemenuhan semua izin. ​Ia meminta proses perizinan berlanjut hingga mendapat Sertifikat Laik Operasi (SLO).

​”Nanti saya minta setelah masa uji coba, selesaikan sampai SLO. Jangan hanya berhenti di pertek,” pesan Nur Kholis.

​Nur Kholis juga menyoroti aturan pengelolaan dan pengambilan air bawah tanah. Perusahaan wajib mengembalikan air ke lingkungan melalui penanaman pohon.

​”Kemudian juga wajib membuat sumur resapan. Jadi, tolong itu dilaksanakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *