PASURUAN, tretan.news – Pemerintah Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan penyakit malaria Tahun Anggaran 2026, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bahaya malaria serta langkah pencegahan sejak dini.
Sekretaris Desa Wonosunyo, Muhamad Ansori, menegaskan pentingnya sosialisasi tersebut guna mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan secara mandiri.
“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memahami bahaya malaria dan mampu melakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Sosialisasi yang diikuti warga dengan antusias ini memberikan edukasi seputar penyebab malaria, proses penularan melalui gigitan nyamuk, hingga langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan kelambu saat tidur.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya pencegahan malaria sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Mujiono dari Puskesmas Kepulungan menjelaskan bahwa malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
“Malaria adalah penyakit infeksi akibat parasit dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat empat jenis Plasmodium penyebab malaria pada manusia, yakni Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale, yang masing-masing memiliki pola demam berbeda.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa malaria dapat kambuh meski penderita telah sembuh, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Berdasarkan catatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, hingga saat ini belum ditemukan kasus malaria di Desa Wonosunyo.
Pemerintah Desa Wonosunyo berharap melalui kegiatan ini penyebaran malaria dapat dicegah sejak dini serta tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bersih bagi masyarakat.







