SURABAYA, tretan.news – Empat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya.
Kegiatan tersebut berlangsung selama hampir dua bulan, mulai 16 April 2026 hingga 19 Juni 2026. Selama 50 hari kerja, para mahasiswa mengikuti sistem rotasi di sejumlah unit Satreskrim untuk memahami berbagai bidang penanganan perkara.
Dalam program tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan belajar di Unit Resmob, Urbinops, Jatanras, Harda, Tipidek, Tipidkor, Tipider, hingga Unit Inafis (Identifikasi dan Sidik Jari).
Salah seorang mahasiswa mengatakan sistem rotasi memberikan pengalaman lebih luas karena mereka tidak hanya berada di satu unit.
“Kami tidak hanya stuck di satu unit saja. Setiap minggu bisa belajar hal yang berbeda, mulai dari penanganan kasus pencurian, narkotika, hingga kasus kekerasan,” ungkapnya.
Salah satu pengalaman yang dinilai berkesan adalah saat mahasiswa mengikuti kegiatan di Unit Inafis.
Mereka mendapat kesempatan melihat langsung proses Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mempelajari tahapan identifikasi.
“Kami diajari bagaimana cara mengamankan barang bukti, memasang police line, hingga bagaimana sidik jari bisa menjadi bukti penting untuk menentukan pelaku. Ini pengalaman yang sangat berharga karena tidak didapat di bangku kuliah,” tutur salah satu mahasiswa.
Selain mengenal proses identifikasi, mahasiswa juga mempelajari alur penanganan perkara pidana, mulai dari penerimaan laporan masyarakat di SPKT hingga tahapan penyidikan.
Mereka juga menyaksikan penerapan pendekatan ramah anak dalam penanganan Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH), termasuk mekanisme diversi yang mengedepankan keadilan restoratif.
Kegiatan PKL tersebut merupakan bagian dari mata kuliah wajib Fakultas Hukum UTM yang bertujuan menghubungkan teori hukum dengan praktik di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman profesional, memahami dinamika penegakan hukum, serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya menyambut baik kehadiran mahasiswa dalam program tersebut. Ia berharap kerja sama antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dapat terus berlanjut.
Setelah menyelesaikan program PKL, keempat mahasiswa UTM berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi di bidang hukum dan penegakan hukum.







