PASURUAN, TRETAN.news — Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan budaya lokal harus menjadi pilar utama pembangunan daerah.
Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri penutupan Ruwah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Minggu (20/9/2026).
Acara ini sekaligus memperingati Hari Jadi ke-1.097 Kabupaten Pasuruan.
Samsul menilai pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata.
Pemerintah dan masyarakat wajib merawat kebudayaan lokal sebagai identitas asli daerah.
“Membangun Kabupaten Pasuruan ini tidak hanya membangun secara fisik,” tegas Samsul.
“Yang saat ini sangat penting adalah bagaimana kita memelihara dan membudayakan kebudayaan kita sendiri,” ujarnya.
Apresiasi Semangat Gotong Royong
Samsul juga mengapresiasi kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Bulusari, lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat.
Ia menilai kesuksesan acara tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong warga.
“Ini membuktikan kolaborasi yang luar biasa antara Pemerintah Desa Bulusari, lembaga-lembaga, dan masyarakat,” jelasnya.
“Walaupun biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, berkat kekompakan dan kebersamaan, semua acara dapat terlaksana dengan lancar,” tambahnya.
Wayang Kulit dan Tari Puspitarum
Puncak acara menampilkan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Hasan Yulianto asal Sidoarjo.
Pertunjukan ini mengangkat lakon “Sesaji Rojo Suyo” dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Menurut Samsul, kesenian tradisional seperti wayang kulit memiliki fungsi ganda yang penting.
Kesenian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memuat tuntunan dan nilai kehidupan bagi masyarakat.
Acara tersebut juga menampilkan Tari Puspitarum oleh siswi SDN Bulusari 1.
Tari penyambutan tamu khas Pasuruan ini telah resmi memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Rangkaian Ruwah Desa
Rangkaian Ruwah Desa Bulusari ini berlangsung selama dua hari penuh dengan meriah.
Panitia menggelar khatam Al-Qur’an, Bulusari Culture Carnival 2026, hingga pementasan seni unjung.
Samsul berharap semangat menjaga budaya ini terus berlanjut hingga ke generasi mendatang.
“Mari kita jaga kebersamaan ini, kita rawat budaya kita, dan kita wariskan kepada anak-anak kita,” pesannya.
“Karena kalau bukan kita yang menjaga budaya ini, siapa lagi,” tegas Samsul.
“Mudah-mudahan Desa Bulusari semakin maju, semakin guyub, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.







