Kemendikdasmen Apresiasi EduFest Situbondo, GESIT Hasilkan Lebih dari 6.000 Konten Pembelajaran Digital

Berita, Pendidikan124 Dilihat

SITUBONDO, Tretan.News Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi EduFest Situbondo karena memadukan pendidikan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media digital.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.

Gogot menyampaikannya saat menghadiri EduFest di GOR Situbondo, Sabtu (19/9/2026).

Ia bahkan menyebut EduFest Situbondo sebagai salah satu kegiatan pendidikan terbaik yang pernah dikunjunginya di Indonesia.

“Ini salah satu yang paling terbaik di Indonesia yang saya pernah datangi,” ujar Gogot.

Menurut Gogot, EduFest memadukan empat unsur pendidikan dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Unsur tersebut meliputi pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat, dan media digital.

“Yang pertama adalah pendidikan di sekolah, yang kedua adalah pendidikan di keluarga, yang ketiga pendidikan di masyarakat, dan yang keempat adalah pendidikan di media digital,” lanjut Gogot.

Konsep tersebut antara lain diwujudkan melalui Gerakan Mandiri Anak Situbondo (GEMAS) dan Gerakan Aktif Ber-PID (GESIT).

GEMAS diarahkan untuk memperkuat aktivitas positif anak di lingkungan keluarga. Sementara GESIT menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Di sekolah belajar, di rumah tadi GEMAS, di masyarakat juga melalui kegiatan-kegiatan yang lain, dan di medianya sudah disiapkan dengan media digital melalui gerakan GESIT. Jadi empat-empatnya sudah terpenuhi,” kata Gogot.

GESIT Hasilkan Lebih dari 6.000 Konten

Salah satu capaian yang mendapat perhatian Kemendikdasmen adalah produksi konten pembelajaran melalui program GESIT.

Program tersebut telah menghasilkan lebih dari 6.000 konten pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar.

Gogot menegaskan, digitalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembagian perangkat teknologi kepada sekolah.

Menurutnya, perangkat harus diikuti ketersediaan konten berkualitas dan peningkatan kemampuan guru dalam menggunakannya.

“Digitalisasi pembelajaran tidak hanya perangkat, tapi juga penyediaan kontennya dan pelatihannya. Situbondo telah memecah rekor melalui program GESIT membuat konten lebih dari 6.000. Ini luar biasa,” tegas Gogot.

Gogot juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Dinas Pendidikan dalam pemanfaatan teknologi digital. Menurut dia, dukungan tersebut mendorong teknologi digital agar masuk ke dalam proses pembelajaran.

Papan Digital Tak Boleh Sekadar Jadi Pajangan

Gogot turut menyinggung distribusi papan interaktif digital atau perangkat pembelajaran digital ke sejumlah sekolah.

Namun, pemanfaatan perangkat digital untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diberikan dengan pertimbangan khusus.

Menurut Gogot, perangkat tersebut tidak diarahkan kepada anak-anak dengan usia terlalu dini.

Pemanfaatannya diprioritaskan untuk peserta didik sekitar usia 5–6 tahun dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan konsentrasi anak.

“Kita tidak mendorong untuk yang terlalu kecil karena berisiko nanti mengganggu konsentrasi. Ini hanya untuk yang minimal 5–6 tahun,” jelasnya.

Situbondo Disiapkan Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi

Selain mengapresiasi inovasi digital, Kemendikdasmen juga membawa agenda pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Situbondo.

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026.

Untuk merealisasikannya, Pemerintah Kabupaten Situbondo diharapkan menyiapkan lahan sekitar 20 hektare. Gogot berharap dukungan pemerintah daerah dapat mempercepat persiapan pembangunan sekolah tersebut.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Bupati, semoga ada lahan 20 hektare yang bisa disiapkan. Tahun depan akan kita bangun sekolah yang terbaik di Kabupaten Situbondo yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah internasional di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*)

Kemendikdasmen apresiasi EduFest Situbondo dan program GESIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *