Gesek Bejo, Perlawanan dari Sekolah untuk Selamatkan Generasi

SURABAYA, tretan.news — Di layar kecil sebuah handphone, permainan itu tampak sederhana. Warna-warni, suara koin berjatuhan, putaran angka yang menjanjikan keberuntungan instan.

Namun di balik tampilan digital yang terlihat seperti hiburan, tersimpan ancaman besar yang perlahan masuk ke ruang belajar para pelajar di Surabaya.

Judi online kini tidak lagi identik dengan ruang gelap orang dewasa. Ia telah menyusup ke genggaman anak-anak sekolah, hadir melalui media sosial, iklan terselubung, hingga live streaming yang mudah diakses kapan saja.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran uang judi online di Indonesia diperkirakan mencapai Rp3 triliun per hari.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 960 ribu pelajar dan mahasiswa usia 11 hingga 19 tahun diduga ikut terpapar aktivitas perjudian digital sepanjang akhir 2024 hingga awal 2026.

Fenomena itu menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Di Surabaya, sejumlah pihak mulai bergerak. Yayasan Jawapes Indonesia Emas bersama Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes), Komisi D DPRD Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya meluncurkan Gerakan Sekolah Bersih Judi Online atau “Gesek Bejo”.

Gerakan tersebut dikemas dalam diskusi publik memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang digelar pada 20 Mei 2026 di Siola Convention Hall, Gedung Siola Surabaya.

Bagi Ketua Panitia Gesek Bejo, Rizal Diansyah Soesanto, ST, CPLA, persoalan judi online bukan sekadar pelanggaran digital biasa.

Dampaknya dinilai mampu menghancurkan mental, pendidikan, bahkan masa depan anak-anak.

“Judi online sekarang bukan hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sudah masuk ke kalangan pelajar. Ini sangat berbahaya karena bisa merusak mental, pendidikan hingga masa depan anak-anak. Melalui Gesek Bejo, kami ingin membangun kesadaran bersama agar sekolah menjadi lingkungan yang aman dan bersih dari judi online,” tegas Rizal, Rabu (13/5/2026).

Ia menuturkan, Gesek Bejo bukan hanya agenda seremonial atau diskusi satu hari. Gerakan itu dirancang menjadi langkah berkelanjutan melalui road show edukasi ke sekolah-sekolah di Surabaya.

Sebab, ancaman judi online dinilai berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian keluarga dan sekolah dalam mengawasi penggunaan gadget anak-anak.

Di sisi lain, rasa penasaran menjadi pintu awal banyak pelajar terjerumus.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, H. Johari Mustawan, STP, MARS menyebut fenomena tersebut sudah memasuki tahap darurat sosial.

“Ini persoalan serius. Judi online sudah merambah pelajar dan dapat menghancurkan masa depan mereka. Dalam beberapa kasus, anak usia SD sudah ada yang kecanduan judi online. Mayoritas pelajar yang terlibat judi online bermula dari rasa penasaran, ikut-ikutan teman dan pengaruh dari konten-konten live streaming,” ujar Johari.

Menurutnya, pengawasan orang tua, sekolah, dan lingkungan sosial harus berjalan beriringan. Sebab perjudian digital tidak lagi datang secara terang-terangan, melainkan menyusup melalui konten hiburan yang terlihat biasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, SSi, MM juga menegaskan pentingnya penguatan literasi digital di lingkungan sekolah.

“Kami akan terus memperkuat edukasi kepada siswa, guru dan orang tua terkait bahaya judi online. Sekolah harus menjadi tempat aman untuk tumbuh dan belajar, bukan menjadi sasaran perjudian digital,” kata Febrina.

Diskusi publik Gesek Bejo turut menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, akademisi teknologi Prof. Mochamad Hariadi dari ITS, hingga praktisi hukum Dr. Suwito, SH, MH.

Di tengah derasnya arus digital, sekolah kini tidak hanya dituntut mencetak nilai akademik. Sekolah juga harus menjadi benteng terakhir yang menjaga generasi muda agar tidak tenggelam dalam jebakan perjudian online.

Karena ketika ruang kelas mulai dimasuki godaan “cuan instan”, yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar uang saku pelajar, melainkan masa depan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *