Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim: Hari Pers Nasional Momentum Meningkatkan Kualitas Jurnalisme

Artikel, Berita29 Dilihat

TRETAN.news – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI 2026 Jawa Timur berlangsung semarak sekaligus sarat makna di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.

Di tengah rangkaian acara, kisah perjalanan Akhmad Munir menjadi magnet utama yang menginspirasi insan pers.

Perjalanan karier dari wartawan daerah hingga memimpin organisasi pers nasional itu dibukukan dalam karya berjudul “Langkah Sunyi Menuju Puncak”. Buku yang ditulis jurnalis LKBN Antara, Abdul Hakim, diluncurkan bersamaan dengan sesi bedah buku yang mengupas sisi perjuangan dan konsistensi Munir dalam dunia jurnalistik.

Tak sekadar seremoni, peluncuran buku ini menghadirkan refleksi mendalam tentang arti ketekunan dan integritas dalam profesi pers.

Dari pembantu koresponden di daerah hingga kursi Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, perjalanan Munir dinilai menjadi cerminan bahwa profesionalisme dapat membuka jalan menuju puncak kepemimpinan.

Selain itu, PWI Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada 24 tokoh nasional dan daerah atas kontribusi mereka di berbagai sektor. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Akhmad Munir bersama Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut hadir dan menyerahkan Piala Prapanca kepada para pemenang lomba karya jurnalistik. Faisol Taselan meraih kategori karya tulis jurnalistik, sementara Trisnadi unggul di kategori foto jurnalistik.

Dalam sambutannya, Lutfil Hakim menegaskan bahwa HPN harus dimaknai sebagai momentum meningkatkan kualitas jurnalisme. Ia menekankan pentingnya media menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus menjadi rujukan publik.

Hal senada disampaikan Akhmad Munir. Ia mengingatkan bahwa tantangan era digital menuntut insan pers untuk tetap menjaga akurasi, adaptif terhadap teknologi, dan konsisten pada kode etik jurnalistik.

Tingginya antusiasme peserta turut mewarnai acara. Ketua HPN 2026 PWI Jatim, Syaiful Anam, menyebut jumlah kehadiran mencapai 396 orang dari 200 undangan yang disediakan.

Rangkaian HPN PWI Jatim sendiri telah berlangsung sejak Januari 2026, meliputi berbagai kegiatan seperti bakti sosial, seminar, lomba jurnalistik, hingga PWI Jatim Award.

Pada puncak acara, juga dilakukan penandatanganan kerja sama subsidi perumahan bagi wartawan.

HPN 2026 di Serang

Sebelumnya, dalam peringatan HPN 2026 di Serang, Banten, Akhmad Munir menegaskan pentingnya kode etik jurnalistik sebagai fondasi utama kerja pers.

Ia menilai kode etik menjadi pembatas tegas antara jurnalisme profesional dan arus informasi bebas yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra dalam mengawal kebijakan publik.

Kritik yang disampaikan media, lanjutnya, bukan bentuk serangan, melainkan wujud kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

“Kritik konstruktif adalah vitamin demokrasi,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa jurnalisme yang berintegritas menjadi kunci menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

Puncak HPN 2026 pun menegaskan satu pesan kuat: di tengah disrupsi digital, pers tetap berdiri tegak—mengawal kebenaran, menjaga kepercayaan, dan terus menyalakan semangat dari setiap “langkah sunyi” menuju puncak.

(Rokimdakas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *