“Bisikan Luhur” Segera Tayang, Film Horor Budaya Mahasiswa Uniba Madura Angkat Kearifan Lokal

Berita, Budaya, Pendidikan431 Dilihat

Madura, tretan.news – Mahasiswa Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media (FTM) Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura kembali menghadirkan karya sinematik terbaru. Mereka bersiap merilis film pendek berjudul Bisikan Luhur.

Mengusung genre horor budaya, Bisikan Luhur menghadirkan cerita yang sarat dengan nilai adab, kearifan lokal Madura, serta refleksi terhadap kehidupan generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

Melalui film ini, Rawikara Pictures dan FTM24 Solidarity menawarkan konsep horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis.

Tidak hanya menghadirkan unsur misteri dan ketegangan, Bisikan Luhur juga menyisipkan pesan moral mengenai pentingnya menghormati tradisi, adat istiadat, dan nasihat orang tua.

Nufri Qolbi Haqiqi, selaku sutradara Bisikan Luhur menyebut pemilihan genre horor budaya sebagai strategi untuk mendekatkan pesan film kepada generasi muda.

“Kami ingin menyentil realitas masa kini, di mana modernisasi dan teknologi kadang membuat sebagian anak muda kehilangan identitas dan meremehkan kearifan lokal. Lewat teror di film ini, kami ingin penonton berefleksi bahwa di mana pun kita berada, adab dan tata krama harus tetap menjadi fondasi utama,” kata Nufri.

Film ini berkisah tentang sekelompok mahasiswa yang datang ke sebuah desa dengan pola pikir modern. Namun, sikap mereka yang meremehkan aturan adat dan mengabaikan petuah masyarakat setempat memicu serangkaian peristiwa mistis yang mengubah perjalanan mereka menjadi pengalaman penuh teror.

Menurut Nufri, film tersebut merefleksikan pentingnya menjaga harmoni antara modernisasi dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Film ini menunjukkan bahwa tradisi Madura dan nilai-nilai keagamaan sebenarnya bisa berjalan beriringan dengan harmonis tanpa harus saling berbenturan,” katanya.

Selain menghadirkan hiburan, film ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa Uniba Madura dalam memperkenalkan budaya daerah melalui media audiovisual. Kehadiran Bisikan Luhur melanjutkan langkah kreatif mahasiswa FTM Uniba Madura yang sebelumnya sukses memproduksi film Sangkolan Kona.

Nufri menegaskan bahwa karya tersebut merupakan bentuk komitmen generasi muda untuk terus mengangkat kekayaan budaya Madura ke ruang yang lebih luas.

“Ini adalah komitmen kami untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Madura ke publik yang lebih luas. Kami berharap ‘Bisikan Luhur’ tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi pengingat di tengah derasnya arus globalisasi agar kita tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Bisikan Luhur akan menyapa penonton dari berbagai latar belakang, mulai dari penikmat film, kalangan akademisi, hingga komunitas perfilman nasional.

Selain disutradarai oleh Nufri Qolbi Haqiqi, film ini dibintangi sejumlah talenta muda, yakni Alfin Maghfiroh, Yowanda, M. Rusly Al-Farodis, dan Ria Natalia. Sementara itu, naskah dan cerita ditulis secara kolaboratif oleh Andra Prasetyo Darmawan, Alfin Maghfiroh, dan Ludianto.

Melalui Perpaduan horor, budaya, dan pesan moral dalam Bisikan Luhur diharapkan menjadikannya karya perfilman kampus yang menghibur sekaligus mengingatkan pentingnya adab dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. (*)

 

Poster film Bisikan Luhur karya mahasiswa FTM Uniba Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *