JEMBER, TRETAN.news — Warga kawasan Pasar Tanjung Jember mengeluhkan kesemrawutan lalu lintas yang menghambat akses darurat kendaraan ambulans dan operasional PLN.
Menanggapi krisis tersebut, Bupati Jember Gus Fawait berjanji menata ulang kawasan pasar dalam tenggat waktu satu pekan.
”Kalau saya ngomong beres beres beres, carpak (bohong)!” tegas Fawait saat menemui pedagang dan warga, Rabu (16/9/2026).
Fawait menargetkan perumusan solusi konkret bersama perwakilan warga dan pedagang terlaksana segera di Pendopo Kabupaten Jember.
”Kasih waktu saya seminggu, saya yang akan mengundang panjenengan ke pendopo,” ujar Fawait menjanjikan skenario penanganan masalah ini.
Keluhan Warga Kulon Pasar
Forum Warga Kulon Pasar menyebut lapak pedagang di bahu Jalan Samahudi memicu disfungsi jalan dan kemacetan parah setiap hari.
Akibatnya, kendaraan darurat seperti ambulans kerap kesulitan melintas atau mencari lahan parkir saat warga butuh bantuan medis mendesak.
Warga juga mengeluhkan bau pesing setiap pagi akibat minimnya fasilitas toilet yang layak bagi para pedagang jalanan.
Pemilik toko sekitar bahkan harus rutin membersihkan area depan bangunan mereka secara mandiri menggunakan cairan pembersih lantai.
Kendaraan pribadi warga sering terserempet pikap pedagang. Beberapa oknum juga kerap menggembosi ban kendaraan warga secara diam-diam.
Kondisi jalan yang semrawut sangat menyulitkan mobilitas harian warga sekitar, termasuk saat mereka hendak mengantar anak berangkat sekolah.
Usulan Rekayasa Lalu Lintas
Warga lantas mengusulkan agar pemerintah mengembalikan arus lalu lintas Jalan Samahudi menjadi satu arah dari Selatan ke Utara.
Rekayasa ini dinilai ampuh mengurai kemacetan sekaligus menghidupkan kembali perputaran ekonomi Pasar Tanjung seperti kondisi sepuluh tahun lalu.
Kontributor: Faizin







