DPRD Pasuruan Dorong Percepatan Penataan Pasar Kepulungan Pascakebakaran

Infrastruktur405 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, mendorong percepatan penataan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (13/10/2026).

​Langkah tersebut bertujuan memulihkan aktivitas ekonomi pedagang pascakebakaran yang meludeskan ratusan kios pada 26 September 2026.

​DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan langkah penanganan terpadu, termasuk alokasi anggaran dan pelibatan perusahaan sekitar melalui program tanggung jawab sosial.

​DLH Bersihkan Puing Pasar

​Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengawali pemulihan dengan membersihkan sisa material kebakaran pada Selasa (13/10/2026).

​Petugas mengerahkan enam unit truk sampah dan satu alat berat bego loader guna mempercepat pengangkutan material sisa kebakaran.

​Pengurus Paguyuban Pasar Kepulungan, Supaat, menyatakan pihaknya menggandeng DLH demi menuntaskan pembersihan area dagang secepat mungkin.

​“Targetnya, hari ini seluruh puing sisa kebakaran sudah terangkut, sehingga aktivitas pasar bisa dimulai kembali,” ujar Supaat.

​Kaji Pemanfaatan Dana BTT

​Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, meninjau langsung pembersihan tersebut dan memastikan koordinasi intensif bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

​Menurut Samsul, peninjauan ini menindaklanjuti pertemuan Bupati Pasuruan dengan aparatur desa, pengelola pasar, dan perwakilan masyarakat terdampak.

​“Penanganan Pasar Kepulungan akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” kata Samsul di lokasi peninjauan.

​Ia berharap pemerintah daerah merealisasikan penataan fisik tahun ini karena dokumen kajian teknis telah menyatakan kelayakan lokasi.

​“Salah satu opsi penanganan tahap awal adalah pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” ungkap Samsul.

​Dana BTT rencananya menyasar perbaikan fisik dasar fasilitas pasar, mencakup penyediaan lapak darurat serta atap pelindung pedagang.

​Pemerintah daerah juga mendata dan memetakan tingkat kerusakan fisik lapak guna mengukur kebutuhan anggaran secara akurat.

​Libatkan Dana CSR Perusahaan

​Selain anggaran daerah, DPRD mendorong perusahaan di sekitar kawasan pasar menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL.

​“Perusahaan-perusahaan di sekitar pasar diharapkan ikut berkontribusi melalui dana CSR atau TJSL, sehingga penataan Pasar Kepulungan bisa berjalan lebih optimal,” ujar Samsul.

​Pemerintah daerah melibatkan Bapprida Pasuruan guna memetakan kebutuhan bantuan renovasi lewat sistem digital dasbor TJSL.

​“Kami tidak ingin penanganan Pasar Kepulungan berhenti hanya pada pembersihan puing-puing,” tegas Samsul.

​Ia mendesak seluruh pihak melahirkan langkah konkret agar para pedagang segera memperoleh kepastian tempat usaha.

​“Prinsipnya, kami mendorong agar penataan ini tidak berlarut-larut. Yang terpenting, pedagang terdampak mendapatkan kepastian mengenai langkah pemulihan pasar,” imbuhnya.

​DPRD Pasuruan berkomitmen mengawal ketat perencanaan serta realisasi anggaran agar pemulihan pasar berjalan sesuai aturan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *