MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning Reorientasi Kurikulum untuk Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

Berita, Pendidikan296 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum, Minggu (20/9/2026).

Forum tersebut membahas reorientasi kurikulum agar menjadi instrumen yang mendorong perubahan pembelajaran, profesionalisme guru, karakter peserta didik, dan arah masa depan madrasah.

FGD menghadirkan Dr. Mohammad Holis dari Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kementerian Agama RI sebagai narasumber utama.

Forum juga menghadirkan H. Heru Wasilah, M.Pd., Pengawas Pembina MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

Dr. Heni Listiana, Kepala MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning, memaparkan draf kurikulum untuk diuji, dikritisi, dan disempurnakan bersama.

Prof. Dr. Achmad Muhlis, Direktur IBS PKMKK, hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut.

Dr. Moch. Cholid Wardi juga hadir sebagai pembahas dan pembanding dalam telaah draf kurikulum. Kegiatan melibatkan guru MTs/MA serta ustaz Madrasah Diniyah Ula dan Wustho.

Prof. Dr. Achmad Muhlis menegaskan pengembangan kurikulum tetap perlu berpedoman pada prinsip dasar pengembangan kurikulum.

Menurutnya, pengembangan tersebut juga harus mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pendidikan di MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

Ia juga menekankan kesinambungan kurikulum dengan identitas lembaga melalui tujuh pilar utama dan dua pilar penopang.

“Kurikulum harus memiliki akar yang kuat sekaligus mampu membaca masa depan. Pembaruan tidak boleh memutus tradisi, tetapi harus mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman,” ujarnya.

Dr. Moch. Cholid Wardi memberikan telaah terhadap draf kurikulum dengan menguraikan kekuatan dan kelemahannya.

Telaah tersebut mencakup aspek konseptual, struktur, keterhubungan antarkomponen, serta kemungkinan implementasinya dalam pembelajaran.

FGD menjadi ruang akademik untuk mempertemukan regulasi nasional, pengembangan kurikulum, pengalaman pedagogis guru, dan karakter pendidikan pesantren.

H. Heru Wasilah, M.Pd. menyoroti tantangan madrasah yang dapat terjebak dalam rutinitas dan formalitas. Menurutnya, kurikulum harus memiliki tagihan mutu yang jelas serta mendorong guru untuk terus berkembang.

Sebagai tindak lanjut, MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning akan mengintensifkan forum evaluasi pendidik setiap Sabtu. Forum tersebut menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Para pendidik juga diarahkan mengenali potensi dan karakter peserta didik sebelum menentukan strategi pembelajaran.

Pendekatan tersebut menempatkan diferensiasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai potensi dan tantangannya.

Dalam rancangan kurikulum, arah pendidikan MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning diperkuat melalui lima orientasi cinta.

Kelima orientasi tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu pengetahuan, diri dan sesama, lingkungan, serta tanah air.

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi fondasi spiritualitas, adab, dan akhlak dalam pendidikan. Cinta kepada ilmu pengetahuan diarahkan sebagai energi intelektual dan dorongan terhadap rasa ingin tahu.

Cinta kepada diri dan sesama menjadi dasar empati, penghargaan, dan kehidupan sosial yang berkeadaban. Cinta kepada lingkungan menempatkan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari amanah pendidikan.

Sementara itu, cinta kepada tanah air menjadi landasan komitmen kebangsaan dan kontribusi terhadap pembangunan peradaban.

Kelima orientasi tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik dengan kedalaman spiritual, ketajaman intelektual, kematangan sosial, dan kepedulian ekologis.

Orientasi tersebut juga mencakup tanggung jawab kebangsaan dalam proses pendidikan.

Melalui FGD tersebut, MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning menyusun kurikulum yang menghubungkan visi kelembagaan dengan praktik pembelajaran.

Kurikulum juga diarahkan untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru serta kebutuhan peserta didik menghadapi masa depan.

Penyusunan kurikulum ini menempatkan nilai kepesantrenan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan madrasah.

Dari Kembang Kuning, proses tersebut diarahkan untuk menjaga nilai, merespons perubahan, dan menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. (*)

 

FGD penyusunan kurikulum MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *