Jembatan Amblas, Warga Tebuwung Gresik Desak Perbaikan Segera

GRESIK, TRETAN.news – Akses utama penghubung Desa Tebuwung dan Desa Serah di Kabupaten Gresik lumpuh total bagi kendaraan roda empat.

​Kondisi ini terjadi akibat jembatan penghubung dua kecamatan itu amblas sejak dua bulan terakhir.

​Warga setempat akhirnya menggelar aksi protes dan memasang rambu penanda bahaya di lokasi kejadian.

​Perangkat Desa Tebuwung, Saifulloh, menyebut kerusakan awal jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak tiga bulan lalu.

​”Kerusakannya sudah sekitar tiga bulan, tapi amblasnya sekitar dua minggu lalu,” ujar Saifulloh, Jumat (4/9/2026).

Alihkan Arus Kendaraan

​Saifulloh menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah dua kali turun ke lokasi untuk berkoordinasi.

​Pihak desa kemudian memasang spanduk imbauan dan barikade penutup dari arah Tebuwung maupun Serah.

​Langkah ini bertujuan mencegah kendaraan roda empat telanjur mendekat ke area jembatan yang rusak.

​”Akses kendaraan roda empat terpaksa dialihkan melintasi jalur alternatif lewat Desa Sukon atau Sumurber,” jelasnya.

​Pemerintah desa hanya bisa mengusulkan perbaikan karena kewenangan sepenuhnya berada di tingkat Kabupaten Gresik.

Tuntut Kepastian Perbaikan

​Tokoh masyarakat Tebuwung, Hadi Hariyanto, menyoroti penyebab kerusakan infrastruktur jembatan tersebut.

​Ia menyebut tingginya intensitas truk bermuatan berat melebihi kapasitas jalan menjadi pemicu utama.

​”Jembatan ini jebol sudah sekitar dua bulan. Penyebab utamanya karena sering dilalui truk-truk muatan berat,” kata Hadi.

​Hadi menilai respons dinas terkait masih menggantung tanpa jadwal perbaikan yang pasti.

​”Kalau cuma tahu kerusakannya saja tapi tidak ada kepastian, ya warga tidak sabar,” tegasnya.

Pengawalan Laskar Pantura

​Aksi keprihatinan warga ini mendapat dukungan langsung dari Paguyuban Laskar Pantura Daendels.

​Ketua Laskar Pantura Daendels, M. Fiqul Humam, meminta pemerintah daerah bergerak cepat menangani masalah ini.

​”Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas warga antar-kecamatan,” ujar Fiqul.

​Ia mendesak Pemkab Gresik dan Dinas PU memberikan kepastian tanggal pengerjaan, bukan sekadar janji.

​”Kami dari Laskar Pantura Daendels akan mengawal masalah ini sampai proyek perbaikan fisik benar-benar direalisasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *