SIDOARJO, TRETAN.news – PT Mitra Usaha Properties meluncurkan Java Residence Cluster 5 Tahap 2 di Sukodono, Sidoarjo, pada Jumat (14/8/2026).
Pengembang memperkenalkan proyek baru ini lewat agenda Product Knowledge yang dihadiri 700 agen properti.
Direktur PT Mitra Usaha Properties, Rachmat Suhendra, menyebut pemilihan Sukodono didasari oleh letak kawasan yang strategis.
“Pilihan kami meluncurkan Cluster 5 Tahap 2 di Sukodono Sidoarjo karena wilayahnya sangat strategis, dekat dengan Surabaya dan Bandara Internasional Juanda,” ujar Rachmat.
Target Serah Terima 2026
Perusahaan menargetkan konsumen yang memilih unit pada 2026 dapat menerima rumah pada tahun yang sama.
Komitmen ini merujuk pada rekam jejak pembangunan lebih dari 1.400 unit rumah selama lima tahun terakhir.
“Kami tidak memberikan harapan, tetapi memberikan kenyataan,” tegas Rachmat.
Direktur Konstruksi Java Residence, Mas Jay, mengingatkan pembeli agar mencermati kualitas bangunan secara nyata.
“Ketika konsumen membeli rumah, mereka tentu ingin melihat bahwa produk tersebut benar-benar dibangun dengan kualitas terbaik,” ujar Mas Jay.
Dukungan Perbankan
Pengembang menggandeng tiga mitra perbankan, yakni BTN, BSN, dan BRI, untuk menyediakan fasilitas pembiayaan KPR.
Branch Manager BRI Cabang Sidoarjo, Arvian Tristanto, menyatakan pentingnya kecocokan cicilan dengan kemampuan finansial pembeli.
Deputi Bisnis Manager BSN KC Surabaya, Aris Mularto, mendukung masyarakat lewat konsultasi dan pembiayaan KPR Syariah.
“Kehadiran Java Residence Cluster 5 Tahap 2 menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian berkualitas masih sangat besar,” kata Aris.
BTN turut menyatakan komitmen dalam mempermudah kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.
Potensi Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo kini mencatat setidaknya 457 lokasi perumahan formal berdasarkan data tata ruang resmi.
Proyek ini dilengkapi sistem keamanan satu pintu, CCTV, dan fasilitas ruang terbuka hijau.
Sebelumnya, pengembang juga membangun Cluster 3 di Krian seluas 9 hektare dengan fasilitas taman hijau luas.
Masyarakat diimbau agar teliti menghitung harga, akses, fasilitas, dan kemampuan finansial sebelum membeli rumah.
(Oleh: Rokimdakas)







